Rabu, 04 April 2018

PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBINAAN DAN TES KESAMAPTAAN SMK NEGERI JAWA TENGAH PATI








PEDOMAN PELAKSANAAN
PEMBINAAN DAN TES KESAMAPTAAN
SMK NEGERI JAWA TENGAH
PATI

 










PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

DINAS  PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI
JAWA TENGAH PATI
2018


KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Alloh Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga Pedoman Pelaksanaan Kesemaptaan SMK Negeri Jawa Tengah Pati ini bisa tersusun.
Pedoman pelaksanaan ini berisi tentang definisi dan pengertian kesamaptaan, tujuan dan fungsi pembinaan kesamaptaan, bentuk-bentuk kesamaptaan,pedoman pembinaan kesamaptaan, pedoman penilaian dan evaluasi pembinaan kesamaptaan.
Pedoman ini disusun dengan tujuan agar menjadi pedoman dalam seleksi penerimaan peserta didik baru maupun dalam pembinaan kesamaptaan bagi siswa SMK Negeri Jawa Tengah Pati selama menempuh pendidikan guna mencapai tujuan visi dan misi mewujudkan sumber dayamanusia yang berkarakter unggul.
Penyusun sadar bahwa dalam penyusunan pedoman ini tentu masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan maupun pengartian penyusun memohon dengan kerendahan hati pembaca sekalian untuk memaafkan hal tersebut, saran dan masukan bisa disampaikan langsung kepada penyusun.


Pati, Maret 2018

Penyusun












DAFTAR ISI

A.    Pendahuluan
B.     Tujuan Pembinaan Kesamaptaan
C.    Fungsi Pembinaan Kesamaptaan,
D.    Bentuk-Bentuk Kesamaptaan,
E.     Pedoman Pembinaan Kesamaptaan,
F.     Pedoman Penilaian Kesamaptaan
G.    Evaluasi Pembinaan Kesamaptaan.



















A.    Pendahuluan
Kesamaptaan merupakan suatu keadaan siap siaga yang dimiliki oleh seseorang baik secara fisik, mental maupun sosial dalam menghadapi situasi kerja yang beragam, istilah lainnya adalah “siap siaga dalam segala kondisi”.
Dilatarbelakangi oleh adanya berbagai permasalahan kenakalan remaja yang sering terjadi  di masyarakat, baik permasalahan dalam keluarga ataupun kenakalan anak remaja di sekolah, serta tuntutan persaingan dunia kerja yang semakin tinggi. Kesamaptaan hendaknya dimiliki oleh setiap orang. Hal ini menuntut setiap pemuda agar selalu siap untuk melaksanakan bersaing. Sehingga kesemaptaan multak dimiliki dan dipelihara oleh seluruh pemuda generasi penerus bangsa utamanya peserta didik lulusan SMK Negeri Jawa Tengah Pati.

B.     Tujuan Pembinaan Kesamaptaan
Pembinaan kesamaptaan di SMK Negeri Jawa Tengah memiliki tujuan :
1.      Membentuk fisik, mental, dan kepribadian yang baik peserta didik SMK Negeri Jawa Tengah
2.      Menjaring calon peserta didik bari yang memiliki kebugaran yang baik dan memilikipotensi yang baik untuk lebih berkembang di SMK Negeri Jawa Tengah Pati;
C.    Fungsi Pembinaan Kesamaptaan
1.      Meningkatkan kebugaran peserta didik sehingga mampu mengikuti setiap kegiatan sekolah dengan maksimal;
2.      Pembentukan sumberdaya lulusan yang memiliki integritas dan daya juang yang tinggi;
3.      Menjadikan sumberdaya lulusan yang lebih tahan banting, mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang dihadapi,
4.      Membentuk sumberdaya lulusan yang berkarakter kuat,tidak mudah mengeluh, dan lebih bersyukur.

D.    Bentuk-Bentuk Kesamaptaan
Pembinaan kesamaptaan di SMK Negeri Jawa Tengah Pati berbentuk:
1.      Pembinaan fisik;
a.       Berupa kegiatan senam dan aktifitas olahraga setiap pagi hari mulai dari jam 04.30 s.d.05.00;
b.      Pendidikan Dasar Kepeminpinan selama tiga bulan pada asal tahun pelajaran di kelas awal;
c.       Penerapan PBB secara rutin dan pada setiap kesempatan;
d.      Pembinaan fisik secara rutin setiaap harinya.
e.       Melakuakn pemantauan kesamaptaan secara berkala setiap tiga bulan sekali.
2.      Pembinaan keterampilan;
a.       Setiap siswa diberikan kesempatan untuk melakukan publik speaking secara bergiliran;
b.      Setiap siswa diberikan kesempatan memberikan kuliah tujuh menit pada kegiatan setelah sholat Isya’ seminggu sekali;
c.       Jika siswa melakukan pelanggaran salah satu sanksinya melakukan publik speaking sehingga anak bisa memiliki ketrampilan ketika harus berbicara didepan orang banyak.;
3.      Pembinaan kedisiplinan, mental dan  spiritual.
a.       Penggemblengan kedisiplinan siswa dilaksanakan melalui berbagai kegiatan diantaranya: Apel pagi pada jam 04.00; Apel sebelum masuk kelas pada jam 06.45 dan apel malam pada jam 20.00;
b.      Pembinaan mental spiritual juga dilaksanakan pada berbagai kegiatan keagamaan baik secara berkala maupun secara rutin harian.

E.     Pedoman Pembinaan dan Penilaian Kesamaptaan
Kesamaptaan Jasmani, adalah kondisi jasmani yang menggambarkan potensi dan kesamaptaan jasmani untuk melakukan tugas tertentu dengan hasil yang optimal tanpa memperlihatkan keletihan yang berarti. Untuk mengukur kesamaptaan jasmani ini diperlukan adanyapemantauan secara periodik agar kesamaptaan jasmani terus terjaga. Pembinaan ini salah satunya dilaksanakan melalui  Tes Kesamaptaan Jasmani secara berkala setiap tiga bulan sekali.
Pembinaan dan tes kesamaptaan wajib diikuti oleh semua peserta didik SMK Negeri Jawa Tengah mulai dari kelas X, XI, dan XII.
Tes ini berupa pengukuran  kondisi  jasmani seseorang melalui ujian lari 3200 meter (item A), ini mengukur kesamaptaan jasmani A. Dalam kesamaptaan ‘A” lari 3200 meter yang diukur adalah
·         Daya tahan otot (muscle endurance).
·         Daya tahan jantung, pernafasan dan peredaran darah (cardio respiratory endurance)
Sedangkan kesamaptaan jasmani “B” (pull/chin up, ujian sit up, ujian push up, serta   shuttle run) yang diukur adalah:
-       Pull/chin up dan chinning mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan bagian dalam
-       Sit up mengukur kekuatan dan daya tahan serta flexibilitas otot perut
-       Push up mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan bagian luar
-       Shuttle run mengukur kecepatan, kelincahan dan keseimbangan tubuh.

Peserta harus memperhatikan faktor-faktor dalam ujian kesemaptaan seperti sikap permulaan, gerakan, ketentuan hitungan dan gerakan yang salah / tidak dihitung. Di sini hanya akan dibahas 2 faktor saja yaitu ketentuan hitungan serta gerakan yang salah / tidak dihitung untuk tiap item tes kesamaptaan.
Penghitungan nilai sangat tergantung dengan gerakan yang dilakukan peserta untuk tiap item tes kesamaptaan. Penguji hanya akan menghitung gerakan yang sesuai dengan ketentuan, gerakan yang salah akan diabaikan (tidak dihitung),

F.     Sistem penilaian dan Evaluasi Pembinaan Kesamaptaan.
Teknik penilaian Kesamaptaan:
a.      Lari 3200 meter (Item A)
Penguji akan menghitung waktu yang dicapai oleh peserta dalam menempuh jarak 3200 meter dengan cara peserta berlari mengelilingi lapangan sepak bola sebanyak 4 kali.
b.      Pull/chin up
Peserta diberikan waktu satu menit untuk melakukan pull up atau chinning. Penguji menghitung banyaknya gerakan yang benar yang bisa dilakukan dalam waktu satu menit tersebut.
Ketentuan hitungan pull up (Pria) :
·    Satu hitungan adalah gerakan mengangkat badan sampai dengan dagu melewati palang.
·    Gerakan yang salah (tidak dihitung)
·    Peserta mengangkat badan dengan tendangan atau sentakan kaki.
·    Mengangkat badan untuk hitungan berikutnya pada waktu siku belum lurus.
·    Pada waktu mengangkat badan dagu tidak melewati palang.
Jika peserta pria melakukan pull up, maka peserta wanita melaksanakan Chinning (modifikasi pull up) dengan ketentuan :





Ketentuan hitungan Chinning (Wanita)
·    Satu hitungan adalah gerakan menarik badan dengan lengan lurus, membengkokkan lengan sampai dada bagian atas menyentuh palang dan dagu melampaui palang.
·    Gerakan yang salah (tidak dihitung)
·    Tidak seluruh telapak kaki menempel di lantai atau mengangkat telapak kaki.
·    Dagu tidak menyentuh palang.
·    Dagu tidak melampaui palang.
·    Ketika melaksanakan gerakan pantat mengayun dan badan bergelombang.
·    Pada saat kembali ke sikap semula kedua lengan atau siku belum lurus badan sudah ditarik kembali.

c.       Sit Up
Peserta diberikan waktu satu menit untuk melakukan sit up. Penguji menghitung banyaknya gerakan yang benar yang bisa dilakukan dalam waktu satu menit tersebut.
Ketentuan hitungan (Pria):
gerakan dihitung satu hitungan dari sikap telentang sampai siku tangan kanan melampaui lutut sebelah kiri atau sebaliknya.

Gerakan yang salah (Pria)
Posisi badan pada saat mengangkat badan tidak sampai 90 derajat.
·      Siku kanan tidak melewati lutut kaki sebelah kiri atau sebaliknya
·      Pada waktu kembali ke sikap semula (sikap telentang) kedua siku tangan tidak menyentuh tanah.
·      Apabila pegangan tangan terlepas, gerakan tersebut tidak dihitung dan peserta kembali ke posisi semula serta meneruskan gerakan untuk mendapatkan hitungan berikutnya dengan memulai gerakan dari sikap telentang.

Ketentuan hitungan (Wanita)
Dihitung 1 hitungan mulai dari sikap berbaring telentang kemudian mengangkat badan sampai sikap duduk minimal 90 derajat.
·      Kemudian kembali ke posisi semula untuk hitungan berikutnya.
·      Peserta tidak diperbolehkan istirahat atau berhenti melakukan gerakan pada posisi semula (berbaring telentang) lebih dari 5 detik apabila terjadi maka gerakan dinyatakan selesai.



Gerakan yang salah (Wanita)
·      Badan pada waktu diangkat ke posisi duduk tidak sampai 90 derajat dengan tanah.
·      Pada saat kembali ke posisi semula (berbaring telentang) punggung tidak menyentuh tanah.
·      Pada saat mengangkat badan tangan menekan ke tanah atau berpegangan pada lutut/paha.


d.      Push Up
Peserta diberikan waktu satu menit untuk melakukan push up. Penguji menghitung banyaknya gerakan yang benar yang bisa dilakukan dalam waktu satu menit tersebut.
Ketentuan hitungan (Pria)
·      Dihitung satu hitungan mulai saat mengangkat badan dengan meluruskan lengan sampai lengan benar-benar lurus.
·      Kemudian turun kembali dengan badan lurus sampai berjarak 1 kepal (± 10cm) dari tanah langsung mengangkat badan untuk hitungan berikutnya.
·      Gerakan yang tidak benar tidak memperoleh hitungan.
·      Gerakan yang salah (Pria)
·      Sebelum lengan lurus pada saat mengangkat badan sudah turun kembali.
·      Gerakan dilakukan dengan badan tidak lurus (bergelombang).
·      Bagian badan menyentuh tanah pada saat turun.

Ketentuan hitungan (Wanita)
·      Satu hitungan dimulai dari gerakan mengangkat badan ke atas sampai lengan lurus, badan membentuk sudut ± 30 derajat dengan tanah.
·      Setelah turun ke posisi semula samapi badan berjarak ± 10 cm dari tanah langsung mengangkat badan untuk hitungan berikutnya.
·      Peserta tidak dibenarkan istirahat / berhenti melakukan gerakan selama lebih dari 5 detik, apabila terjadi maka gerakan dinyatakan selesai.
Gerakan yang salah/tidak dihitung (Wanita)
·      Pada waktu mengangkat badan lengan belum lurus badan sudah turun kembali.
·      Pada saat ke posisi semula badan / dada tidak menyentuh lantai.
·      Pada saat mengangkat badan ataupun turun ke posisi semula gerakan badan bergelombang.
·      Pada saat mengangkat badan maupun turun ke posisi semula badan tidak lurus
e.       Shuttle Run
Peserta diberikan kesempatan untuk berlari berputar membentuk angka delapan sebanyak tiga kali. Penguji menghitung banyaknya waktu tempuh yang mampu dicapai oleh peserta. Ketentuan Shuttle run berlaku untuk semua peserta baik pria maupun wanita
Ketentuan hitungan
·      Hasil gerakan diambil dari catatan waktu yang ditempuh dalam jarak 6 x 10 m.
·      Bila peserta mendahului start sebelum ada aba-aba “Ya” maka pelaksanaan ujian untuk kelompok tersebut diulangi.
·      Bila ada peserta yang melakukan gerakan yang salah maka peserta ujian dapat mengulangi setelah kelompok tersebut selesai.
Gerakan yang salah (tidak dihitung)
·      Start mendahului aba-aba “Ya”.
·      Pada putaran pertama dan kedua tidak membuat angka delapan.
·      Gerakan tidak dilakukan bolak balik.
·      Pada putaran terakhir tidak berlari lurus menuju ke posisi waktu start.
·      Peserta memegang tiang tonggak pada waktu berlari.
Selain itu perlu ada pemantauan tentang indeks massa tubuh guna memantau kesehatan peserta didik. Indeks massa tubuh adalah cara yang baik untuk menilai apakah berat badan Anda sehat atau tidak,” kata Jessica Crandall, RD( pendidik diabetes bersertifikat dan juru bicara nasional untuk Academy of Nutrition and Dietetics, dikutip dari Daily Burn).
Indeks massa tubuh adalah metrik standar yang digunakan untuk menentukan siapa saja yang masuk dalam golongan berat badan sehat dan tidak sehat. Indeks massa tubuh alias BMI membandingkan berat badan Anda dengan tinggi badan Anda, dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat.
Description: Ilustrasi BMI
Hasil penghitungan BMI dibandingkan dengan dengan kategori berat badan yang tercantum di bawah ini:
Nilai BMI
Kategori
Di bawah 18,5
Berat badan kurang
18,5 – 22,9
Berat badan normal
23 – 29,9
Berat badan berlebih
30 ke atas
Obesitas
TES KESAMAPTAAN
SMK NEGERI JAWA TENGAH PATI
Nama
: ...........................................
NIS
: ...........................................
Kelas
: ...........................................
Jurusan
: ...........................................
No
Tes
HASIL TES/Tanggal Tes
Keterangan
Semester 1
Semester 2




1
Lari




Capaian waktu  yang diperoleh untuk jarak 3200 meter
2
Push up




dihitung jumlah gerakan yang benar permenit
3
Sit up




dihitung jumlah gerakan yang benar permenit
4
Pull up/Chining




dihitung jumlah gerakan yang benar permenit
5
Shuttle run




dihitung waktu yg dicapai untuk  tiga kali putaran

Tinggi Badan






Berat Badan






BMI





Pati, .......................
Penguji
..............................









TES KESAMAPTAAN CALON PESERTA DIDIK BARU
SMK NEGERI JAWA TENGAH PATI
Nama
: .........................................................
Nomor Pendaftaran
: .........................................................
Asal SMP/MTs
: .........................................................
Asal Kota/Kabupaten
: .........................................................
Pilihan Jurusan
: .........................................................
No
Tes
HASIL TES
Nilai
Keterangan
1
Lari


Capaian waktu  yang diperoleh untuk jarak 3200 meter
2
Push up


dihitung jumlah gerakan yang benar permenit
3
Sit up


dihitung jumlah gerakan yang benar permenit
4
Pull up/Chining


dihitung jumlah gerakan yang benar permenit
5
Shuttle run


dihitung waktu yg dicapai untuk  tiga kali putaran

Nilai Akhir




Tinggi Badan




Berat Badan




BMI



Pati, .......................
Penguji
..............................









REKAP NILAI KESAMAPTAAN
SMK NEGERI JAWA TENGAH
Kegiatan
: ....................................................
Kelas
: ....................................................
Jurusan
: ....................................................
Tanggal pelaksanaan
: ....................................................
NO
NAMA
L/P
LARI (A)
Sit up
Push up
Pull/Cyn up
Suttle run

Nilai Akhir (A+B)/2
Predikat
Menit
Nilai
Jml
Nilai
Jml
Nilai
Jml
Nilai
Waktu dlm detik
Nilai
Nilai B
1














2















3















4















5















6















7















8















9















10















11















12















13















14















15















16















17















18















19















20















21















22















23


4












24
















MAX
4
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0


MIN
4
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0


RATA-RATA
4
###
###
###
###
###
###
###
####
###
0
#####

Pati, ...................
1. Nilai di bawah 20 di kategorikan "sangat kurang"
Penguji
2. Nilai 20 s/d 39 di kategorikan "kurang" 
3. Nilai 40 s/d 60 di kategorikan "Cukup" 
4. Nilai 61 s/d 80 di kategorikan "Baik" 
.........................
5. Nilai  80 s/d 100 di kategorikan "Sangat Baik " 





G.    Evaluasi dan Pelaporan Pembinaan Kesamaptaan
1.      Hasil  penilain kesamaptaan peserta didik baru dijadikan dasar untuk penerimaan dalam seleksi PPDB.
2.      Pembinaan kesamaptaan wajib diikuti oleh semua peserta didik SMK Negeri Jawa Tengah mulai dari kelas X, XI, dan XII.
3.      Standar yang harus dicapai oleh peserta didik SMK Negeri Jawa Tengah adalah minimal semua siswa mencapai nilai di atas Baik.
4.      Hasil rekap penilaian kesamaptaan peserta didik tiap periode dianalisis dalam beberapa kriteria sesuai aspek yang diukur, dan hasilnya dijadikan bahan evaluasi pembinaan fisik  peserta didik. Jika hasil belum sesuai dengan yang diharapkan atau belum memenuhi standar secara umum maka perlu diambil tindakan perbaikan pembinaan untuk kegiatan berikutnya.
5.      Pelaksanaan pembinaan dan penilaian kesamaptaan menjadi tugas dan tanggung jawab guru pamong dan pengelola asrama. Demikian pula pengadministrasian dan pendokumentasian serta pelaporan.
6.      Pelaporan penilaian peserta didik dilaporkan dalam bentuk predikat dan dilaporkan kepada wali kelas untuk dilaporkan kepada orang tua wali murid dalam buku laporan pendidikan.


PEDOMAN GURU BERPRESTASI TAHUN 2018

https://drive.google.com/open?id=1upa5O8Bw_Gmhxksi5_GY5rufTNbSVGzg


bagi semua saja yang menghendaki Buku Pedoman Guru Berpresatasi, Kepala Sekolah Berprestasi, TAS Berprestasi, Pengawas Berprestasi, Laboran Berprestasi tahun 2018 , berikut kami share pedomannya .
link downloads bisa diklik pada alamat drive google dibawah ini.
semoga bermanfaat.

https://drive.google.com/open?id=1Idl3MQfKBZPkHndayxToyrRTNiV09wnm


Rabu, 07 Februari 2018

FILOSOFI PAKAIAN ADAT JAWA (SURJAN DAN BESKAP)

FILOSOFI PAKAIAN ADAT JAWA (SURJAN DAN BESKAP)



Surjan bagi  orang Jawa merupakan salah satu model pakaian adat yang penuh filosofis kehidupan.  Surjan merupakan bubusana adat Jawa atau orang bilang busana kejawen penuh dengan piwulang sinandhi, kaya akan suatu ajaran tersirat yang terkait dengan filosofi Jawa (Kejawen).

Ajaran dalam busana kejawen ini merupakan ajaran untuk melakukan segala sesuatu di dunia ini secara harmoni yang berkaitan dengan aktifitas sehari – hari, baik dalam hubungannya dengan sesama manusia, dengan diri sendiri, maupun dengan Tuhan Yang Maha Kuasa pencipta segala sesuatu dimuka bumi ini. Dan khusus untuk pakaian adat pria ini kurang lebih terdiri dari Blangkon, Surjan/beskap, Keris, Kain Jarik (Kain Samping), sabuk sindur dan canela/cemila/selop.
Penggunaan pakaian adat yang sekarang ini suah jarang dilakukan atau hanya sekedar dipakai pada saat ada hajatan saja, berakibat pengetahuan tentang tata cara pemakaian pakaian adat menjadi semakin minim. Terlebih lagi kebanyakan dari masyarakat sudah jarang yang memiliki sendiri seperangkat pakaian adat.
Surjan
Surjan/sur·jan/ Jw.  Adalah  baju laki-laki khas Jawa berkerah tegak; berlengan panjang, terbuat dari bahan lurik atau cita berkembang Kata surjan merupakan bentuk tembung garba (gabungan dua kata atau lebih, diringkas menjadi dua suku kata saja) yaitu dari kata suraksa-janma (menjadi manusia).  Surjan menurut salah satu makalah yang diterbitkan oleh Tepas Dwarapura Keraton Yogyakarta berasal dari istilah siro + jan yang berarti pelita atau yang memberi terang.  
Dikatakan (pakaian) surjan  berasal dari zaman Mataram Islam awal.  Pakaian adat pria ini merupakan pakaian adat model Yogyakarta walaupun konon katannya Surjan merupakan pakaian khas dari kerajaan Mataram sebelum terpecah menjadi dua, Surakarta dan Yogyakarta. Surjan awalnya diciptakan oleh Sunan Kalijaga yang diinspirasi oleh model pakaian pada waktu itu dan selanjutnya digunakan oleh Mataram. 
Pakaian surjan dapat disebut pakaian “takwa”, karena itu di dalam  baju surjan terkandung makna-makna filosofi, di antaranya: bagian leher baju surjan memiliki kancing 3 pasang (6 biji kancing) yang kesemuanya itu menggambarkan rukun iman. Rukun iman tersebut adalah iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab-kitab, iman kepada utusan Allah, iman kepada hari kiamat, iman kepada takdir.  Selain itu surjan juga memiliki dua buah kancing di bagian dada sebelah kiri dan kanan. Hal itu adalah simbol dua kalimat syahadat yang berbunyi, Ashaduallaillahaillalah dan Waashaduanna Muhammada rasulullah. Disamping itu surjan memiliki tiga buah kancing di dalam (bagian dada dekat perut) yang letaknya tertutup (tidak kelihatan) dari luar yang menggambarkan tiga macam nafsu manusia yang harus diredam/dikendalikan/ditutup. Nafsu-nafsu tersebut adalah nafsu bahimah (hewani), nafsu lauwamah (nafsu makan dan minum), dan nafsu syaitoniah (nafsu setan). (K.R.T. Jatiningrat, 2008, Rasukan Takwa lan Pranakan ing Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Yogyakarta: Tepas Dwarapura Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.)
Jadi jenis pakaian atau baju ini bukan sekadar untuk fashion dan menutupi anggota tubuh supaya tidak kedinginan dan kepanasan serta untuk kepantasan saja, namun di dalamnya memang terkandung makna filosofi yang dalam.
Surjan sendiri terdapat dua jenis yaitu surjan lurik dan surjan Ontrokusuma, dikatakan Surjan lurik karena bermotif garis-garis, sedangkan Surjan Ontrokusuma karena bermotif bunga (kusuma). Jenis dan motif kain yang digunakan untuk membuat surjan tersebut bukan kain polos ataupun kain lurik buatan dalam negeri saja, namun untuk surjan Ontrokusuma terbuat dari kain sutera bermotif hiasan berbagai macam bunga.
Surjan ontrokusuma hanya khusus sebagai pakaian para bangsawan Mataram, sedangkan pakaian seragam bagi aparat kerajaan hingga prajurit, surjan seragamnya menggunakan bahan kain lurik dalam negeri, dengan motif lurik (garis-garis lurus). Untuk membedakan jenjang jabatan/kedudukan pemakainya, ditandai atau dibedakan dari besar-kecilnya motif lurik, warna dasar kain lurik dan warna-warni luriknya. Semakin besar luriknya berarti semakin tinggi jabatannya; atau semakin kecil luriknya berarti semakin rendah jabatannya. Demikian pula warna dasar kain dan warna-warni luriknya akan menunjukkan pangkat (derajat/martabat) sesuai gelar kebangsawanannya.
Pemakaian Surjan ini dikombinasikan dengan tutup kepala atau Blangkon dengan “mondolan” di belakangnya. Dahulu pada jaman kerajaan mondolan ini difungsikan untuk menyimpan rambut pria yang panjang biar kelihatan rapi.


Beskap
Beskap merupakan pakaian adat gaya Surakarta, bentuknya seperti jas didesain sendiri oleh orang Belanda yang berasal dari kata beschaafd yang berarti civilized atau berkebudayaan. Warna yang lazim dari beskap biasanya hitam, walaupun warna lain seperti putih atau coklat juga tidak jarang digunakan. Selain beskap, ada lagi pakaian adat pria gaya Surakarta ini yaitu Atela. Perbedaan antara keduanya yang mudah dilihat dari pemasangan kancing baju. Pada beskap, kancing baju terpasang di kanan dan kiri, sementara pada atela, kancing baju terpasang di tengah dari kerah leher ke bawah.
Beskap adalah sejenis kemeja pria resmi dalam tradisi Jawa Mataraman untuk dikenakan pada acara-acara resmi atau penting. Busana atasan ini diperkenalkan pada akhir abad ke-18 oleh kalangan kerajaan-kerajaan di wilayah Vorstenlanden namun kemudian menyebar ke berbagai wilayah pengaruh budayanya.
Beskap berbentuk kemeja tebal, tidak berkerah lipat, biasanya berwarna gelap, namun hampir selalu polos. Bagian depan berbentuk tidak simetris, dengan pola kancing menyamping (tidak tegak lurus). Tergantung jenisnya, terdapat perbedaan potongan pada bagian belakang, untuk mengantisipasi keberadaan keris. Beskap selalu dikombinasi dengan jarik (kain panjang yang dibebatkan untuk menutup kaki.
Beskap memiliki beberapa variasi yang berbeda potongannya. Berikut adalah jenis-jenis beskap: beskap gaya Solo, beskap gaya Yogya, beskap landing dan beskap gaya kulon

Cara memakai Surjan atau Berkap
Seperti telah disampaikan di atas bahwa Surjan atau beskap merupakan salah satu busana pria adat Jawa yang bersumber dari keraton Mataram.  Cara memakainya harus dilakukan dengan tatacara  yang memiliki kaidah etika dan estitika tertentu. Susuhunan Pakubuwono IV, Raja Surakarta  telah mengingatkan kita dalam  berpakaian, yaitu: Nyandhang panganggo iku dadekna sarana hambangun manungso njobo njero, marmane pantesan panganggonira, trapna traping panganggon, cundhukana marang kahananing badanira, wujud lan wernane jumbuhna kalawan dedeg pidegso miwah pakulitaniro
(Berpakaian seharusnya dijadikan  sarana untuk  membangun  kepribadian manusia lahir dan bathin.  Maksudnya berpantaslah dalam berpakaian:   berpakaianlah sesuai tempat dan keadaan, cocokkan antara badan dengan pakaian yang dikenakan,   antara situasi,  warna dan model/corak pakaian, tinggi badan, berat bada dan warna kulit)
Perlengkapan busana  surjan atau beskap:
A.      Nyamping / sinjang
B.      Stagen
C.      Sabuk
D.      Epek lengkap timang dan lerep (anak timang)
E.       Keris / duwung
F.       Selop / canela
G.     Blangkon / udheng / mit


A.      Memakai Sinjang/Nyamping
Nyamping atau Sinjang sebelum dikenakan haruslah diwiru terlebih dahulu. Untuk nyamping busana pria, lebar wiru berukuran 3 jari tangan. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mengenakan nyamping adalah motif batik pada kain nyamping tersebut. Jika nyamping memiliki motif gurda, posisi kepala burung haruslah berada di atas. Ada juga motif yang memakai simbol/bentuk seperti candi atau rumah, maka posisi atap haruslah berada di atas. Saat mengenakan nyamping, posisi wiru berada di tengah tubuh memanjang ke bawah. Tangan kanan memegang wiru dan tangan kiri memegang ujung kain satunya (biasa disebut pengasih). Pengasih ini dililitkan ke kanan hingga belakang paha kanan. Kemudian ujung wiru dililitkan ke arah kiri hingga pas di tengah tubuh. Usahakan bagian bawah tingginya sama dan cukup menutupi bagian kemiri kaki (bagian belang kaki yang menonjol). Setelah dirasa cukup sesuai maka nyamping harus diikat oleh stagen.

B.      Memakai Stagen
Stagen dililitkan dari arah kiri ke kanan mulai dari bawah melingkar ke arah atas. Jika stagen milik anda terlalu panjang, anda dapat meneruskan melilitkan  stagen kembali ke arah bawah. Jika sudah cukup, ujung stagen ditekuk dan diselipkan pada bagian bawah lilitan stagen untuk mengunci lilitan tersebut. Selanjutnya untuk menutupi stagen, kenakanlah sabuk.

C.      Memakai Sabuk
Cara memakai sabuk mirip dengan cara mengenakan stagen yaitu dililitkan berulang kali pada bagian bawah dada hingga ke pinggang. Hanya saja sabuk dililitkan dari arah kanan ke kiri mulai dari atas ke arah bawah. Yang perlu diperhatikan pada pemakain sabuk adalah jarak sap (garis atas yang satu dengan berikutnya kurang lebih 2 jari tangan. Ujung dari sabuk harus berakhir pada bagian kiri depan dan dapat dikunci dengan peniti.

D.      Memakai Epek
Bentuk epek mirip dengan ikat pinggang. Epek memiliki bagian pengunci yang disebut timang dan bagian lerep (anak timang). Cara mengenakan epek yaitu timang berada pada posisi tengah lurus dengan wiru nyamping. Sementara lerep pada posisi sebelah kiri. Jika memiliki epek yang panjang maka bagian ujung dapat dilipat dan dimasukkan ke bagian lerep. Epek harus terpasang pada lilitan sabuk bagian bawah, kira-kira 2 jari dari garis  bawah sabuk.
Warna sabuk dan epek ada beberapa macam sesuai dengan keperluan. Contohnya :
a.       Sabuk berwarna ungu dengan epek berwarna hijau artinya Wredha Ginugah yang dapat membangun suasana tenteram.
b.      Sabuk berwarna hijau atau biru dengan epek berwarna merah artinya Satriya Mangsah yang dapat membangun jiwa terampil dan berwibawa.
c.       Sabuk berwarna Sindur (merah bercampur putih) digunakan pada saat hajatan penganten. Warna ini dipakai bagi yang memiliki hajatan (hamengku damel). Sementara untuk besan tidak ada aturan yang pasti. Hanya saja pada saat jaman penjajahan Jepang, pernah ada paguyuban yang menentukan warna sabuk Pandhan Binethot (warna hijau dan kuning) bagi besan.


E.       Memakai Keris/Duwung
Keris atau duwung dikenakan pada bagian belakang busana. Keris diselipkan pada sabuk, tepatnya pada sap ke tiga dari bagian bawah sabuk. Posisi arah dan kemiringan seperti pada foto di sebelah ini.
Cara mengenakan keris/dhuwung ada beberapa macam sesuai dengan keperluannya:
a.       Ogleng : seperti pada gambar di samping digunakan pada saat biasa atau pahargyan (upacara adat) penganten.
b.      Dederan /andhoran : digunakan pada saat menghadap pimpinannya.
c.       Kewal : digunakan oleh prajurit saat situasi bersiaga.
d.      Sungkeman : digunakan saat menghantarkan jenazah.
e.      Angga : digunakan oleh pemimpin barisan
f.        Sikep
g.       Brongsong : keris dipegang dengan dibungkus sehingga tidak terlihat oleh orang lain.
Untuk jenis keris ada banyak sekali macamnya, hanya saja yang banyak dikenal oleh awam jenis Ladrang dan Gayaman. Dhuwung ladrang adalah keris resmi yang digunakan dalam upacara ataupun pahargyan (upacara penganten). Sementara jenis gayaman digunakan sehari-hari oleh prajurit keraton.

F.       Memakai Selop
Selop dikenakan sebagai alas kaki. Yang perlu diperhatikan pada pemakaian selop adalah ukuran dari selop itu. Jangan mengenakan selop yang lebih besar dari ukuran kaki tapi pilihlah selop yang lebih kecil. Ini bertujuan untuk menghindari agar langkah kita tidak terbelit pada kain nyamping.

G.     Memakai Blangkon/Udeng/Mid
Pada bagian depan blangkon terdapat segitiga. Ujung segitiga tersebut harus berada ditengah-tengah kening. Blangkon jangan dikenakan terlalu mendongak ataupun  menunduk.
Ada satu hal yang perlu diingat saat mengenakan busana adat, yaitu bahwa sepintas orang dapat mengenali kepribadian seseorang dari busananya baik warnanya maupun jenis busananya, cara memakainya dan bertingkah laku saat mengenakannya. 
Sumber:
 http://museumbumiputera.blogspot.co.id/2016/04/makna-surjan-dan-beskap-bagi-orang-jawa.html

Selasa, 02 Mei 2017

NILAI HASIL UN 2016/2017 SMK NEGERI 1 SALAM

Inilah dia mhasil UN Tahun2016/2017 SMK Negeri 1 Salam
maaf jika gambarnya kurang bagus








PENGUMUMAN KELULUSAN SMK NEGERI 1 SALAM TAHUN 2016/2017

PENGUMUMAN KELULUSAN SMK NEGERI 1 SALAM TAHUN 2016/2017

Berdasarkan Keikutsertaan dalam Ujian Nasional, Ujian Sekolah, Prestasi Belajar dan rapat penegas Dewan Guru SMK Negeri 1 Salam Kabupaten Magelang pada hari Selasa, Tanggal 2 Mei 2017, diputuskan bahwa semua peserta Ujian SMK Negeri 1 Salam Tahun 2016/2017 dinyatakan LULUS dari SMK Negeri 1 Salam Ujian Tahun Pelajaran 2016/201

Selasa, 18 April 2017

SELEKSI PASKIBRAKA TAHUN 2017

SELEKSI CALON PASKIBRAKA

1.   Persyaratan Calon peserta
a.   Siswa kelas X
b.   Tinggi badan :
Pria        : 170 – 180 cm
Wanita : 165 – 175 cm
c.   Berat Badan:
Putra     : 55 – 75 kg
Wanita  : 50 – 70 kg
d.   Berkepribadian dan berakhlak mulia
e.   Berbadan tegap, sehat jasmani dan rohani, tidak cacat fisik, dinyatakan dengan surat  keterangan sehat dari Puskesmas
f.     Berpenampilan menarik, simpatik
g.   Memahami seni budaya Jawa Tengah
h.   Mendapat surat ijin dari orang tua dan kepala sekolah
i.     Aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler( dibuktikan dengan surat Keterangan)
j.     Nilai rata-rata rapor baik( foto copy raport)
k.    Memiliki kemampuan berbahasa inggris
l.     Foto kopy STTB SMP
m. Foto copy kartu pelajar

2.   Materi seleksi
Hari pertama :
a.   Kesegaran jasmani
b.   Fisik dan penampilan
c.   Kemampuan baris berbaris
Hari kedua
a.   Akhlak dan kepribadian
b.   Pengetahuan umum dan prestasi khusus
c.   Keterampilan dan seni budaya
d.   Wawancara Bahasa Inggris

e.   Psiko test




Senin, 16 Januari 2017

LATIHAN SOAL PERBANDINGAN TRIGONOMETRI

https://www.dropbox.com/s/isbd0u27cgix16e/TUGAS%201%20PERBANDINGAN%20TRIGONOMETRI.pdf?dl=0
https://www.dropbox.com/s/isbd0u27cgix16e/TUGAS%201%20PERBANDINGAN%20TRIGONOMETRI.pdf?dl=0
https://www.dropbox.com/s/isbd0u27cgix16e/TUGAS%201%20PERBANDINGAN%20TRIGONOMETRI.pdf?dl=0
https://www.dropbox.com/home?preview=TUGAS+1+PERBANDINGAN+TRIGONOMETRI.pdf

Latihan soal perbandingan trigonometri

https://www.dropbox.com/home?preview=TUGAS+1+PERBANDINGAN+TRIGONOMETRI.pdf

Senin, 07 November 2016

CONTOH SOAL LATIHAN TOEFL DR GENIUS

http://www.geniustoefl.com/artikel-ilmu-kunci-toefl/artikel/structure-and-written-expression/contoh-soal-toefl-structure-and-written-expression
KLIK DISINI UNTUK DAPAT LINK NYA
http://www.geniustoefl.com/artikel-ilmu-kunci-toefl/artikel/structure-and-written-expression/contoh-soal-toefl-structure-and-written-expression

CONTOH LATIHAN SOAL TOEFL

http://www.kursusmudahbahasainggris.com/2013/10/contoh-soal-toefl-structure-lengkap.htmlKLIK DISINI UNTUK MENDAPATKAN LINK LATIHAN SOAL TOEFL

Strategi dan Tips Lulus Tes TOEFL dengan Skor Tinggi

http://www.geniustoefl.com/artikel-ilmu-kunci-toefl/artikel/pengantar-toefl/strategi-dan-tips-lulus-tes-toefl-dengan-skor-tinggi


TOEFL adalah tes yang dapat membentuk masa depan Anda. Bayangkan jika Anda mendapatkan skor tinggi dan masuk universitas favorit Anda serta mendapatkan beasiswa sekolah ke luar negeri. Untuk alasan ini, sangat penting untuk mencurahkan waktu dan sumber daya dan melakukan yang terbaik untuk mempersiapkan Tes TOEFL Anda. Pada bagian ini kami telah menyiapkan beberapa tips lulus tes TOEFL yang dapat membantu Anda selama proses persiapan dan juga selama tes.

Tips Umum Sebelum Mengikuti Tes TOEFL

  1. Sangat penting Anda memiliki pengetahuan tentang bahasa Inggris sebelum memulai persiapan TOEFL. Semakin tinggi tingkat penguasaan bahasa Inggris Anda, harapannya semakin besar pula mendapatkan level yang tinggi.
  2. Gunakan waktu yang cukup untuk persiapan tes TOEFL Anda. Mulailah segera setelah Anda memutuskan untuk mengikuti tes.
  3. Mengembangkan program studi dan mengikuti program yang sudah dibuat. Studi secara teratur (setiap hari). Jangan mencoba untuk mempelajari segala sesuatu tepat sebelum ujian. Hal ini tidak efektif.
  4. Cobalah untuk menyelami bahasa Inggris lebih dalam. Misalnya, menonton TV berbahasa Inggris, film, mendengarkan radio bahasa Inggris, membaca berbagai teks bahasa Inggris. Manfaatnya untuk meningkatkan pemahaman membaca dan mendengarkan. Berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris sebanyak yang Anda bisa. Tidak ada salahnya juga jika Anda harus berbicara kepada diri sendiri di depan cermin. Ini adalah cara yang baik untuk meningkatkan kefasihan Anda.
  5. Meningkatkan pembendaharaan kosakata (vocabulary). Anda akan membutuhkannya pada setiap tahap tes TOEFL. Sistematis menambahkan kata-kata baru ke wordlist Anda. Cobalah untuk mengingatnya, dan yang lebih penting, gunakan mereka ketika berbicara atau menulis.
  6. Mengidentifikasi sisi lemah Anda dan bekerja lebih keras untuk memperbaikinya. Sebagai contoh, jika Anda merasa keterampilan terlemah Anda menulis, mulailah menulis lebih dari yang Anda lakukan sebelumnya. Cobalah untuk menulis dalam bahasa Inggris.
  7. Buatlah manajemen waktu belajar Anda. Coba kurangi waktu untuk tugas-tugas tertentu agar lebih fokus dalam materi TOEFL.
  8. Belajarlah untuk mendengarkan dan membaca petunjuk yang diberikan pada masing-masing komponen TOEFL dengan hati-hati.
  9. Gunakan catatan dalam setiap perkembangan belajar Anda.
  10. Tes TOEFL® bisa dikatakan sukar. Di sana terdapat banyak soal yang mengecoh. Selain itu, waktu yang tersedia sangat pendek. Dalam waktu 130 menit harus mengerjakan 140 soal dan mengerjakan esai 300 kata dalam waktu 30 menit. Untuk ujian listening, peserta ujian harus mengerahkan konsentrasi karena percakapannya sangat cepat, sering tidak jelas, dan hanya diputar satu kali. Pemahaman Anda tentang tata bahasa Inggris akan sangat berperan. Hati-hati dengan tipe soal penjebak. Penulis tes TOEFL® seringkali menggunakan pengecoh (distractor) yang membuat jawaban salah menjadi kelihatan benar. Karena itu, Anda harus berusaha memahami soal beserta pilihan jawabannya dengan cermat. Jangan sampai Anda terjebak oleh pengecoh dalam soal.
  11. Kenali tes tersebut sedini mungkin mengenai kemampuan apa saja yang akan diujikan dalam tes TOEFL®. Mempelajari terlalu banyak materi dalam waktu singkat bukanlah teknik efektif dalam menghadapi tes TOEFL®.
  12. Topik pembicaraan dalam soal tes TOEFL® biasanya didasarkan pada sejarah Amerika Serikat atau negara lain tempat bahasa Inggris digunakan dan lingkungan sosialnya. Karena itu, orang yang telah memahami tentang sejarah Amerika dan lingkungan di sana akan lebih diuntungkan.
  13. Soal-soal TOEFL® tidak akan menggunakan permasalahan-permasalahan kontroversial yang berkaitan dengan soal agama, kematian, perbedaan politik, perselisihan sejarah, kejahatan, dan topik-topik yang berhubungan dengan masalah etnis.
  14. Tentukan tujuan-tujuan dan pastikan bahwa Anda telah memiliki target kesuksesan. Dalam tes TOEFL®, masing-masing kemampuan anggaplah memiliki porsi yang sama. Pelajari masing-masing kemampuan tersebut dengan hati-hati dan luangkan waktu lebih untuk mempelajari kemampuan yang Anda anggap sulit atau tidak Anda kuasai dengan baik.
  15. Perhatikan baik-baik prosedur pelaksanaan tes. Pastikan Anda cukup memahami apa yang harus dilakukan setiap bagian (section), seberapa panjang dan spesifik tipe-tipe pertanyaan yang disajikan. Ada banyak sumber tersedia yang dapat membantu Anda berlatih.
  16. Belajarlah secara berpasangan atau tim sehingga dimungkinkan Anda mendapat ide-ide segar yang belum Anda ketahui dari mereka.
  17. Carilah bantuan atau arahan dari para guru, teman, dan native speakers.
  18. Jangan menyia-nyiakan kesempatan. Jika Anda tidak mengetahui di mana tes TOEFL® diselenggarakan, berusahalah untuk mencari tahu sebelum tes berlangsung.
  19. Pastikan semua yang Anda butuhkan dalam tes sudah Anda persiapkan dan dibawa pada pagi harinya, misalnya formulir pendaftaran, kartu identitas, nomor tes, pena, pensil, dan penghapus. Cek artikel-artikel apa saja yang Anda perlakukan berkaitan dengan tes. Aktifkan alarm Anda pada malam sebelum tes.
  20. Pastikan Anda memiliki cukup waktu untuk tidur, sarapan, dan minum. Makan pagi yang baik. Jangan makan makanan yang akan mengganggu aktivitas pagi itu, misalnya terlalu pedas atau asam. Jika diperlukan, bawalah beberapa makanan ringan atau minuman yang dapat Anda santap jika diberikan waktu istirahat. Namun, jangan membawa makanan dan minuman tersebut dalam ruang tes apalagi menyantapnya. Pakailah jam tangan agar Anda dapat mengukur waktu pengerjaan tes.
  21. Gunakan media belajar yang tepat, salah satunya dengan memanfaatkan Software/Aplikasi Belajar Menguasai Materi TOEFL dan Simulasi Tes TOEFL.
  22. PRAKTIK, PRAKTIK, PRAKTIK. Semakin banyak Anda berlatih, semakin baik.

Kunci Tes TOEFL Per-section

A. Tes TOEFL Listening Comprehension

Kunci umum
1. Pahami bentuk-bentuk perintah (direction) pada masing-masing bagian (part) dengan baik sbelum hari H ujian.
2. Bacalah pilihan pada masing-masing soal sebanyak mungkin ketika narator sedang membacakan direction dan contoh soal (example).
3. Dengarkan dengan penuh konsentrasi dan focuskan perhatian anda pada percakapan yang sedang anda dengarkan.
4. Memaksimalkan kemampuan listening anda pada soal-soal pertama pada masing part.
Part A: short conversation
5. Fokuskan pendengaran anda pada orang kedua.
6. Jangan panik jika tidak bisa memahami kata demi kata dalam percakapan secara komplit. Anda hanya perlu menangkap ide atau isi percakapan.
7. Bila anda sma sekali tidak bisa memahami apa yang dibicarakan pembicara kedua, pilihlah jawaban yang paling berbeda dari apa yang anda dengar.
8. Pahami bentuk-bentuk funtional expression (agreement [persetujuan]), uncertainty (ketidakpastian), suggestion (sugesti), surprise (keterkejutan)), idiomatic, expression, dan situasi ketika pembicaraan dilakukan.
Part B: longer conversation
9. Ketika narator membacakan direction part B anda sebaiknya membaca pilihan jawaban secara sekilas kemudian merekamnya dan memeperkirakan tema apa yang akan menjadi perbincangan.
10. Ketika menyimak conversation, anda harus mengetahui apa tema/topik yang dibicarakan.
11. Waspadalah terhadap masing-masing pertanyaan.
12. Cermati kondisi dan situasi yang terjadi selama percakapan berlangsung, yakni menyangkut tempat dan waktu pembicaraan, apa dan siapa yang dibicarakan.
Part C: talks
13. Bila anda memiliki waktu, lihatlah pilihan-pilihan jawaban yang tertera pada lembar soal dan temukan kata kuncinya.
14. Waspadailah pembicaraan pada kalimat pertama karena biasanya akan menjadi topik bagi kalimat-kalimat selanjutnya.
15. Fokuskan pendengaran anda pada hal-hal yang berkaitan dengan pertanyaan 5W-H (what, who, when, where, why ) dan How.
16. Buatlah kesimpulan/inferasi atas situasi yang terjadi saat pembicaraan dilakukan.
Untuk mengetahui bentuk soal bagian listening, silakan baca Contoh Soal TOEFL Listening Comprehension.

B. Tes TOEFL Structure And Written Expression

Kunci umum
1. Pahami bentuk-bentuk perintah (direction) pada masing-masing bagian (part) dengan baik sebelum hari H ujian.
2. Kerjakan soal-soal struktur terlebih dahulu.
3. Lanjutkan pada soal-soal written expression
Kunci structure
4. Pertama-tama perhatikan kalimat yang dipertanyakan dalam soal.
5. Perhatikan masing-masing jawaban yang tersedia, pilihlan yang paling tepat untuk menelngkapi kalimat yang dipersoalkan.
6. Jangan perna mengiliminasi sebuah pilihan jawaban dengan hanya melihat pada jawaban tanpa melihat kalimat soal.
7. Pertama-tama perhatikan kata atau kelompk kata yang digarisbawahi dan temukan secara cepat bagian mana yang tidak tepat.
8. Bila soal yang anda hadapi tidak bis adiidentifikasi hanya melihat kata atau kelompok kata yang bergaris bawah, segeralah membaca kalimat secara lengkap.
Untuk mengetahui bentuk soal bagian structure, silakan baca Contoh Soal TOEFL Structure and Written Expression.

C. Tes TOEFL Reading Comprehension

Kunci umum
1. Jangan terlalu lama membaca teks bacaan.
2. Perhatikan semua pertanyaan yang terdapat pada sebuah bacaan dan ingat-ingat kata kuncinya.
3. Jangan panik apabila tema bacaan bukan merupakan disiplin ilmu yang anda kuasai.
4. Lakukan previewing untuk mengetahui topik bacaan.
5. Perhatikan kalimat pertama dari sebuah bacaan paragraf untuk mengetahui main idea.
6. Pahami konteks yang terdapat pada bacaan untuk mengetahui arti kata tertentu.
7. Lakukan scanning untuk menemukan informasi tertentu yang berkaitan dengan permintaan soal.
8. Kumpulkan fakta dan data dalam bacaan untuk melakukan inferasi/ penyimpulan.
9. Berkonsentrasi selama membaca teks bacaan.
10. Tingkatkan kecepatan membaca anda.
Demikian uraian untuk Anda sebagai Strategi dan Tips Lulus Tes TOEFL dengan Skor Tinggi. Anda akan jadi lebih mudah mengaplikasikannya dengan software Genius TOEFL. Untuk menambah kematangan Anda, jangan lupa baca juga Tips Belajar Soal Tes TOEFL Listening Comprehension dan 6 Tip Tes TOEFL dengan Skor Tinggi.
Gimana, sudah siap mengikuti tes TOEFL? Jika sudah, silakan pilih Tempat Tes TOEFL di Indonesia yang terdekat atau sesuai kebutuhan Anda. Ada beragam pilihan jenis tes TEOFL, Anda bisa memilih jenis Paper Based Test (PBT), Computer Based Test (CBT), Internet Based Test (iBT), atau Institutional Test Program (ITP).