Dengan rasa SYUKUR orang tidak akan memulai dari apa yg TIDAK dia miliki, tapi memulai dari apa yg dia MILIKI
Rabu, 16 Maret 2011
KEBOHONGAN PRIA YANG UMUM DILAKUKAN
Pada beberapa titik laki-laki dan perempuan lebih memilih berbohong. Perbedaannya adalah "alasan" di balik kebohongan. Perempuan biasanya berbohong demi membuat orang lain merasa sedikit lebih baik. Sementara pada laki-laki sebaliknya, kebohongan untuk menghindari situasi yang dihadapi atau masuk ke dalam keadaan yang menantang.
Beberapa orang mungkin mengatakan, apa yang salah dalam berbohong jika memperbaiki situasi Tetapi pertanyaan sebenarnya adalah, mengapa berbohong untuk perbaikan
Berikut beberapa kebohongan alias white lie yang paling sering diucapkan pria dalam kehidupan sehari-hari:
1. Kamu tidak terlihat gemuk: Ini sebuah contoh kebohongan klasik, berusaha memberikan penghargaan dan membuatnya bahagia.
2. Saat menelepon Anda: Ini contoh lain kebongan putih saat menelepon. Pria mungkin menghubungkan dengan beberapa kesalahan teknis saat tak ingin ditelepon: Alasannya bermacam-macam mungkin jaringan yang sibuk, di luar jangkauan, atau semacam itu.
3. Terjebak dalam kemacetan: Hampir semua dari kita pasti menggunakan kebohongan ini di beberapa kondisi tertentu. Kebohongan ini memiliki keuntungan, dari sebuah keraguan untuk dipercaya.
4. Cinta masakan Anda: Makanan yang dimasak dapat membuat sengsara untuk dimakan. Beberapa pria berpura-pura seolah-olah itu benar-benar enak! Kebenaran pernyataan tersebut dapat dinilai oleh ekspresi saat menyantap makanan.
5. Percayalah Aku, Aku tidak pernah berbohong: Pria begitu sering menggunakan kalimat sakti ini. Namun kalimat ini membuat para wanita benar-benar terpesona dan terpikat sehingga dia buta dengan kedustaan.
6. Senang dengan pekerjaan ibu Anda: Diucapkan ketika pria itu berusaha keras untuk mengesankan seorang gadis dan ia akan melakukan apa saja untuk membuatnya merasa baik.
7. Wanita lain No Way! Pria begitu semangat berpura-pura saat bersama gadis mereka. Mereka mengatakan tidak peduli dengan perempuan lain. Tentunya hal itu adalah dusta. Pernyataan "tidak berpikir tentang wanita lain" sulit dipercaya.
Berbohong memang bikin kecanduan. Setiap kecanduan itu perlu disingkirkan dan berbohong tidak ada pengecualian. (MEL/themedguru)
Dikutip dari Liputan 6.com – Sel, 15 Mar 2011 09.34 WIB
Sabtu, 12 Maret 2011
Jumat, 11 Maret 2011
Rabu, 16 Februari 2011
ABC- Ada Banyak Cara Bimbo
Di tengah carut-marutnya kasus mafia hukum, politisasi hukum serta fenomena pejabat dan politikus yang abai terhadap nasib rakyat. Maka Bimbo sebagai salah satu musisi legendaris meluncurkan sebuah lagu kritik social, berikut salah satu petikan syairnya:
Ada banyak cara…untuk jadi wakil rakyat
salah satunya kurang peka perasaan
Ada banyak cara…jadi pelawak politik
salah satunya sering naikkan gaji sendiri…
………Ada banyak cara..jadi pengacara terpuji
salah satunya menyeringai tarifnya tinggi
Ada banyak cara…menyelamatkan Indonesia
salah satunya sembuhkan elite yang sakit jiwa…
Lagu ini merupakan garapan bareng Sam, Acil, dan Jaka Bimbo bekerja sama dengan Asep Zam-zam Noor. Dilihat dari liriknya lagu ini sarat dengat kritik sosial di tengah keprihatinan kita akan nasib bangsa ini ke depan. Keprihatinan Sam bersudara ini muncul setelah melihat perilaku para politisi dan pejabat yang menghalalkan segala cara untuk merebut dan mempertahankan kekuasaannya serta perilaku para penegak hukum yang abai akan keadilan dan penegakan hukum.
Sumber: metrotvnews.com
Jumat, 04 Februari 2011
PEDE - PERCAYA DIRI
Nilai positif percaya diri :
Kepercayaan diri akan menyebabkan seseorang mendapat keyakinan bahwa dirinya memiliki sebuah potensi yang sama sebagaimana yang dimiliki oleh orang lain.
Bahwa kepercayaan diri akan mampu membawa seseorang meraih sukses dengan mengoptimalkan potensi yang ada pada dirinya.
Dan dengan kepercayaan diri pula, sebuah masalah yang dihadapi seseorang bisa diselesaikan dengan baik.
Orang yang memiliki kepercayaan diri, cenderung memiliki tingkat ketenangan dalam berpikir.
Sisi lain Percaya Diri:
Di sisi lain, harus bisa mengelola rasa percaya diri, karena rasa percaya diri yang berlebihan juga tidak menimbulkan kebaikan.
Di satu sisi percaya diri berlebih bisa menumbuhkan kesombongan dalam diri seseorang.
Selain itu, berlebihnya kepercayaan diri pun bisa berdampak kita menjadi kurang waspada akan sesuatu karena cenderung meremehkan hal tersebut.
Cara Mendapatkan Kepercayaan Diri
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendorong dan menumbuhkan rasa percaya diri tersebut di antaranya adalah :
1. Selalu belajar dan memperluas wawasan. Dengan belajar dan memiliki wawasan luas, seseorang akan bisa yakin bahwa dirinya memiliki kemampuan yang sama seperti orang lain.
2. Banyak bergaul dengan berbagai macam karakter manusia. Hal ini akan memudahkan kita untuk terbiasa berhubungan dengan orang lain dan cepat beradaptasi. Masalah kepercayaan diri biasanya dimunculkan karena kita kurang terbiasa bergaul dengan orang yang memiliki karakter berlainan dengan apa yang biasa kita hadapi.
3. Jadilah diri sendiri. Bagi orang yang kurang percaya diri, mereka cenderung meniru orang lain dalam segala sisi. Baik itu penampilan atau juga karakter. Ubahlah semua itu, dan yakinlah bahwa menjadi diri sendiri bukan sebuah hal yang salah.
4. Jangan pernah takut salah.
Rasa minder biasanya muncul sebagai akibat kita merasa takut untuk berbuat salah atas apa yang akan kita kerjakan atau lakukan. Hilangkan perasaan itu, dan gantikan dengan pemikiran bahwa manusia adalah tempat salah dan khilaf.
Yang paling penting bukanlah bagaimana kita tidak berbuat salah, melainkan bagaimana kita bisa belajar dari kesalahan yang kita lakukan. Dan percayalah, bahwa orang lain pun pernah berbuat salah untuk hal yang kita tidak ketahui.
Jadi, berbuat salah adalah sebuah kewajaran namun yang tidak wajar adalah apabila kita tidak mau belajar dari kesalahan itu dan menjadi lebih baik di kemudian hari.
Dr ahira
Mbayar Listrik Seperti Beli Pulsa - Prabayar Listrik PLN
Penggunaan setrum isi ulang sangat mudah. Pelanggan cukup memasukan 20 digit angka yang terdapat pada setrum isi ulang ke meter digital listrik prabayar. Secara otomatis meter prabayar akan menunjukkan jumlah kWh sesuai nilai nominal setrum yang dibeli.
Melihat mudahnya penggunaan listrik prabayar, tentu saja cara baru ini sangat berbeda dengan cara berlangganan listrik biasa yang ada saat ini atau kita sebut pasca bayar. Pelanggan pasca bayar terlebih dahulu menggunakan listrik, kemudian membayar tagihan rekening listrik dalam periode tertentu setiap bulan sesuai besarnya pemakaian.
Keuntungan sebenarnya yang dapat dirasakan langsung oleh pelanggan prabayar berupa :
* Tidak ada petugas pencatat meter yang datang ke rumah sehingga privasi tidak terganggu.
* Tidak ada sanksi pemutusan
* Tidak dikenakan denda keterlambatan
* Tanpa Uang Jaminan Pelanggan
* Tidak dikenakan biaya beban bulanan
* Kemudahan pembelian setrum isi ulang
Selain itu, dengan semakin beragamnya kebutuhan yang harus dipenuhi, listrik prabayar merupakan pilihan tepat untuk berhemat. Manfaat hemat yang didapat diantaranya :
* Pelanggan dapat mengendalikan pemakaian listrik untuk menghindari pemborosan
* Pelanggan dengan mudah dapat memantau pemakaian listriknya setiap saat.
* Pelanggan dapat menyesuaikan biaya pemakaian listrik dengan anggaran belanja.
Layanan listrik prabayar tersedia untuk pelanggan listrik pasca bayar yang akan bermigrasi ke listrik prabayar dan calon pelanggan yang akan pasang baru.
Untuk pasang baru listrik prabayar syarat dan proses layanan sebagai berikut :
1. Calon pelanggan melakukan pendaftaran di kantor pelayanan PLN terdekat dilengkapi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan denah lokasi yang akan di pasang listrik prabayar
2. Petugas PLN melakukan survey ke lokasi
3. Penerbitan surat persetujuan
4. Calon pelanggan menyampaikan sertifikasi laik operasi (SLO)
5. Calon pelanggan membayar biaya penyambungan dan setrum perdana Rp 20.000,-
6. Calon pelanggan menandatangani surat perjanjian jual beli tenaga listrik
7. Petugas PLN melaksanakan penyambungan dan pemasangan meter prabayar
Untuk pelanggan pasca bayar yang akan bermigrasi ke listrik prabayar, syarat dan proses layanan sebagai berikut :
1. calon pelanggan melakukan pendaftaran di kantor pelayanan PLN terdekat dilengkapi dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan denah lokasi
2. Penerbitan surat persetujuan
3. Membayar setrum perdana Rp 20.000,-
4. Menandatangani surat perjanjian jual beli tenaga listrik
5. Petugas melaksanakan penyambungan dan penggantian meter dengan meter prabayar
Nilai setrum isi ulang yang tersedia saat ini bernilai nomimal Rp 20.000,- s/d Rp 1.000.000,- . Untuk memudahkan pelanggan, tempat pembelian setrum isi ulang sudah tersebar di beberpa tempat di Jawa Barat dan DKI, seperti BPR KS, loket pembayaran AKSES+, Bank Bukopin, loket mitra Bukopin, loket PT POS, Bank NISP, Danamon Syariah dan Bank-Bank lain yang akan menyusul kemudian.
Senin, 31 Januari 2011
Jumat, 14 Januari 2011
Kamis, 30 Desember 2010
KOMITMEN KELAS
1. Peserta Didik datang tepat waktu
2. Keterlambatan diberi toleransi maksimal 5 menit setelah bel masuk lebih dari 5 menit harus minta ijin ke guru piket
3. Mengikuti pelajaran/praktik dengan penuh perhatian, tetap menjaga kebersihan dan ketertiban
4. Mengumpulkan tugas tepat waktu
5. Mengikuti dengan tertib
6. Teknik penilaian yang akan dilakukan adalah :
- Tes Tertulis berupa Ulangan Harian dan Ulangan Akhir Semester
- Penugasan ( Pekerjaan Rumah)
7. Ulangan dengan memberitahu lebih dulu
8. Remidi dilakukan jika perolehan dibawah KKM yaitu 7,00. dan dilakukan maksimal dua kali
9. Tidak diperkenankan menggunakan dan mengaktifkan HP saat pembelajaran berlangsung
10. Saling menghargai teman dan menghormati Guru serta bersikap sopan dalam bertutur kata dan bertingkah laku
Minggu, 26 Desember 2010
Fakta-Fakta Tentang wanita
1.Bila seorang wanita mengatakan dia sedang bersedih, tetapi dia tidak menitiskan airmata, itu bermakna dia sedang menangis di dalam hatinya.
2.Bila dia tidak menghiraukan kamu setelah kamu menyakiti hatinya, lebih baik kamu beri dia waktu untuk menenangkan hatinya sebelum kamu menegur dengan ucapan maaf.
3.Wanita susah untuk mencari sesuatu yang dia benci tentang orang yang paling dia sayangi (karena itu banyak wanita yang patah hati bila hubungannya putus di tengah jalan).
4.Jika seorang wanita jatuh cinta dengan seorang lelaki,lelaki itu akan sentiasa ada di pikirannya walaupun ketika itu dia sedang bersama dengan lelaki lain.
5.Bila lelaki yang dia cintai merenung tajam ke dalam matanya, dia akan cair seperti coklat!!
6.Wanita memang menyukai pujian tetapi selalu tidak tahu cara menerima pujian.
7.Jika kamu tidak suka dengan gadis yang menyukai kamu setengah mati, tolak cintanya dengan lembut, jangan berkasar dengannya karena ada satu semangat dalam diri wanita yang kamu tidak akan tahu bila dia telah membuat keputusan, dia akan melakukan apa saja.
8.Jika seorang gadis sedang menjauhkan diri darimu setelah kamu tolak cintanya, biarkan dia untuk seketika. Jika kamu masih ingin menganggap dia seorang kawan, cubalah tegur dia secara perlahan-lahan.
9.Wanita suka meluahkan apa yang mereka rasa. Muzik, puisi, lukisan dan tulisan adalah cara termudah mereka meluahkan isi hati mereka.
10.Jangan sesekali beritahu kepada perempuan tentang apa yang membuat mereka langsung merasa tidak berguna.
11.Bersikap terlalu serius boleh mematikan mood wanita.
12.Bila pertama kali lelaki yang dicintainya sedang memberikan respon positif, misalnya menghubunginya melalui telepon, si gadis akan bersikap acuh tak acuh seolah-olah tidak berminat, tetapi sebenarnya dia akan berteriak kerana gembira dan tak sampai sepuluh minit, semua kawan-kawannya akan mengetahui berita tersebut.
13.Sebuah senyuman memberi seribu arti bagi wanita. Jadi jangan senyum sembarangan kepada wanita.
14.Jika kamu menyukai seorang wanita, mulailah dengan persahabatan. Kemudian biarkan dia mengenalimu lebih dalam.
15.Jika seorang wanita memberi seribu satu alasan setiap kali kamu ajak keluar, tinggalkan dia karena dia memang tak berminat denganmu.
16.Tetapi jika dalam waktu yang sama dia menghubungimu atau menunggu panggilan darimu,teruskan usahamu untuk memikatnya.
17.Jangan sesekali meneka apa yang dirasakannya. Tanya dia sendiri!!
18.Setelah seorang gadis jatuh cinta,dia akan sering tertanya-tanya mengapa aku tidak bertemu lelaki ini lebih awal.
19.Kalau kamu masih mencari-cari cara yang paling romantis untuk memikat hati seorang gadis, bacalah buku-buku cinta.
20.Bila setiap kali melihat foto bersama, yang pertama dicari oleh wanita ialah siapa yang berdiri di sebelah buah hatinya, kemudian barulah dirinya sendiri.
21.Bekas kekasihnya akan selalu ada di pikirannya tetapi lelaki yang dicintainya sekarang akan berada di tempat yang teristimewa di hatinya!!
22.Satu ucapan 'Hai' saja sudah cukup menceriakan harinya.
23.Teman baiknya saja yang tahu apa yang sedang dia rasa dan lalui.
24.Wanita paling benci lelaki yang berbaik-baik dengan mereka semata-mata untuk memikat kawan mereka yang lebih cantik.
25.Cinta berarti kesetiaan, jujur dan kebahagiaan tanpa syarat.
26.Semua wanita menginginkan seorang lelaki yang dicintainya dengan sepenuh hati.
27.Senjata wanita adalah airmata!!
28.Wanita suka jika sesekali orang yang disayanginya memberi surprise buatnya (hadiah, bunga atau sekadar kata-kata romantik). Mereka akan terharu dan merasakan bahwa dirinya dicintai setulus hati. Dengan ini dia tidak akan ragu-ragu terhadapmu.
29.Wanita mudah jatuh hati pada lelaki yang memberi perhatian padanya dan baik terhadapnya. So, kalau ingin memikat wanita pandai-pandailah.
30.Sebenarnya mudah mengambil hati wanita karena apa yang mereka inginkan hanyalah perasaan dicintai dan disayangi sepenuh jiwa.
DR http://cikpiejasarmadi.blogspot.com/2010/12/fakta-fakta-tentang-wanita.html
Jumat, 24 Desember 2010
Pemerintah Perlu Kontrol Kinerja Guru Bersertifikasi
Kamis, 23 Desember 2010 23:42:00
Para narasumber saat diskusi (Sugeng Irianto)
SEMARANG (KRjogja.com) - Program Sertifikasi guru sudah berlangsung 4 tahun. Diharapkan tahun 2014 semua guru di Indonesia sudah bersertifikasi. Mayoritas kinerja guru yang bersertifikasi sudah banyak dianggap baik tetapi masih cukup banyak pula yang kinerja mereka belum memenuhi harapan pemerintah dan masyarakat. upaya kontrol dan pengembangan terhadap guru-guru bersertifikasi menjadi salah satu perhatian penting bagi Kemendiknas dan lembaga terkait seperti PGRI.
Hal tersebut sebagai salah satu poin penting hasil diskusi yang digelar Forum Diskusi Kelompok Wartawan Pendidikan dan LSM Peduli Pendidikan di kantor Dinas Pendididikan Propinsi Jateng Kamis (23/12) dengan nara sumber Rektor IKIP PGRI Semarang yang juga Sekretaris Umum PGRI Jateng Muhdi, dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr Hartono, dan Syamsul Huda (PWI Jateng).
Menurut Hartono, tatacara awal sertifikasi guru portofolio menggunakan fotokopi sertifikat yang dimiliki para guru. Namun cara itu menuai banyak kelemahan sehingga disusul dan disempurnakan dengan cara mengumpulkan (menunjukkan sertifikat asli). Ke depan, sertifikasi guru dilakukan lewat tiga cara yaitu sertifikasi lewat portofolio, sertifikasi lewat PLPG selama belasan hari dan ketiga dengan Pendidikan Profesi Guru (PPG) selama 1 tahun. Cara portofolio nantinya hanya untuk guru yang sangat berprestasi dan dengan kuota hanya 1 persen dari total guru yang disertifikasi. Cara PLPG dan PPG lebih banyak dilakukan pemerintah untuk mensertifikasi guru karena dua cara terbukti sangat signifikan untuk peningkatan profesionalisme para guru.
Sementara itu Muhdi menyatakan adanya sebagian guru bersertifikasi belum baik dalam kinerjanya di antaranya karena saat awal sertifikasi portofolio banyak yang sudah berusia tua (di atas 50 tahun) sehingga bila hasilnya ada yang kurang bagus supaya bisa dipahami. Namun secara bertahap kualitas sertifikasi bisa lebih diharapkan pada guru-guru muda yang saat ini mulai mendapat giliran disertifikasi. (Sgi)
disadur dr KRJOGJA.COM tgl 4 Des. 2010
Sertifikasi Guru Terkendala 24 Jam Mengajar
Wabup menyerahkan sertifikat pendidik kepada guru di kabupaten kendal. (Foto: Unggul P)
KENDAL (KRjogja.com) - Kendala mendasar para guru setelah menerima sertifikasi pendidik adalah jumlah jam mengajar sebanyak 24 jam dalam seminggu. Padahal pembagian jam mengajar saat ini masih tidak merata.
Pernyataan tersebut dikatakan oleh Kabid Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Dwianto, SPd,MSi dalam acara penyerahan sertifikasi pendidik badi guru TK, SD, SMP dan SMA Se Kabupaten Kendal kamis (23/12). Tahun 2010 sebanyak 816 guru menerima sertifikat pendidik dari kuota 827 guru. "Tahun 2010 ini ada sekitar 11 orang guru tidak lolos portofolio, karena ada beberapa persyaratan yang tidak terpenuhi," ujar Dwianto.
Pihaknya mengakui distribusi pembagian jam mengajar memang selama ini tidak merata, sehingga kedepan perlu diadakan reposisi guru. Selama pelaksanaan sertifikasi guru diadakan sejak tahun 2006 hingga sekarang guru yang sudah bersertifikasi sebanyak 2.484 guru atau sekitar 23,72 persen dari 10.215 guru.
Terkait persoalan guru yang sudah bersertifikat yang tidak menampakkan keprofesionalannya, Dwianto menyatakan akan ada sangsi, bahkan sampai pada pencabutan sertifikat. "Sampai tahun ini belum ada laporan mengenai penyelewengan profesi sebagai guru yang bersertifikasi," jelasnya.
Sertifikat pendidik secara simbolis diserahkan oleh Wakil Bupati Kendal H. Mustamsikin,S.Ag, MSi kepada para guru yang telah lulus sertifikasi. Wakil Bupati berharap setelah menerima sertifikasi pendidik harus lebih giat bekerja dan lebih profesional. (*-5)Dicopy dari KRJOGJA.COM EDISI 24 DES 2010
Kamis, 23 Desember 2010
Rabu, 22 Desember 2010
Rancangan Penilaian Hasil Belajar
Presentasi Rancangan Penilaian Hasil Belajar dalam bentuk Power Point bisa didownload di sini.
Model Penilaian SMK
Buku model Penilaian SMK dapat di download di sini.
PENILAIAN HASIL BELAJAR SMK
Anda membutuhkan buku Penilaian HasilBelajar SMK bisa download disini.
Sabtu, 18 Desember 2010
Jalan Bahagia
bebaskan hatimu dari kebencian ;
bebaskan pikiranmu dari kekhawatiran.
Hiduplah dengan sederhana,
berikan yang banyak.
Isilah hidupmu dengan cinta.
Kerjakan sesuatu seperti kamu berharap orang lain melakukan untukmu.
(H. C. MATTERS)
Kamis, 16 Desember 2010
Selasa, 14 Desember 2010
NILAI MURNI TKM GASAL MATH XII TPHP 3
ANILIA PERTIWI 6.75
ARNI KUSMIATI 5.25
ARY WIDYANINGRUM 4.25
BASKORO SURYA PINUJI 6.25
DAVID TRIONO 5.00
DEVY PRADAWATI 7.00
DEWI SUSILOWATI 5.50
DWI BUDIARTO 5.25
DWI INDAH RAHMAWATI 5.50
DWIYANTI 8.25
EKO NUGROHO 3.00
ERNITA SETIAWAN 3.00
FENI YULI ENI 3.25
LISTYANINGSIH 4.00
MAYA PRATITIS 4.00
MUH WAHYU WICAKSONO 5.50
MUTAHAROH 2.50
NGAININ AINYATI 3.00
NUR OKTAFIANI 4.50
NURAINI USWATUN 4.25
NURUL HIDAYAH 5.00
RIMA NURUL ARIFAH 3.00
ROFI NGALIYAH 3.50
ROSIANA KUNCORO YEKTI 3.50
SEPTIANA NINGSIH 2.25
SITI CHOIRIYAH 3.25
SRI HENI PUJIYANI 2.25
SUSILO HANDAYANI 3.75
TITIN AYU WULANDARI 4.25
TRI JUMIYATI 2.00
VERONIKA 4.50
YENI SITI ARIYAH 3.75
ZUSNI RAKHMAWATI 4.75
NILAI MURNI TKM GASAL MATH XII TPHP 2
ANDANINGSIH 4.25
ANIS PUJI LESTARI 4.00
DENOK OKTAVIANASARI 4.50
DIAH SASMITARINI 4.25
DWI HANDAYANI 3.25
DWI PUJI SETYORINI 4.75
DWI SUPRIYANI 3.00
ECHSANTOSO 2.75
ELOK HERI EKAWATI 4.50
EVA WAHYU WIDYASTUTI 2.25
IDA SETIAWAN 3.25
IIN KHOTIJAH 4.25
IRFAN ZAKI FUAD 2.25
ISNAINI SHOLICHA 2.00
ISTIKHAROH ZULIATI 4.50
LIA ERVINA 3.25
MAISYAROH 4.25
MEGA ANISA ANTALIA 3.25
MUCHAMADIN 4.00
MUFRIKAH 3.75
MUH CANDRA SETIAWAN 3.75
NUR CHORIYATUN SAROH 3.50
RISTIANA 4.00
ROHMAD ARIF K 4.75
ROMI PRASETYAWAN 3.25
SEPTI WULANDARI 4.00
SRI WULAN 4.50
SUMITRI 2.50
SUSI PUSPITOSARI 3.50
TAUFIK 5.75
WINDA NURHAYATI 6.50
WINDU TRI PANGESTUTI 7.00
Y. AGUS KRISTIANTO 4.75
YAYUK ISTIKOMAH 3.50
YESI NUR ROHIMAH 3.50
NILAI MURNI TKM GASAL MATH XII TPHP 1
BUDIYANTI 2.25
DEDE ERNANTO 3.50
DIAN SETYONINGSIH 3.50
DIAN WULANSARI 4.50
DWI INDAH RATNA SARI 3.75
EKA SULISTIARINI 4.50
ERNA ARYANTI 3.50
ERNA ISTIA 4.00
EVA HARYA NINGSIH 3.50
IKA ARYANI 3.25
ISMI RANI SAKINATUN 3.25
ISTI HANIF ARIFAH 4.00
ISTIQOMAH 4.50
LISTYANA SUSANTI 4.00
MUH ASHARI 4.00
MUH NUR AZIZ 3.75
MUH SUBUR MAKMUR 3.00
NANA NASYIATUS S. 5.50
NUR NANI HADHIROH 4.50
PARWANTI 4.00
PURWANTI 4.00
RIRIN RAHMAWATI 5.00
SITI AMINAH 4.75
SITI EMI NUR AINI 3.00
SITI ROHANA 6.00
SRI LESTARI 4.50
SUSANTI 3.50
SUSI AGUS PAWESTRI 3.00
TAUFIK NUR FATONI 4.00
WINDARIYATI 5.00
WINTI INSAIN 3.00
WURYANINGSIH 4.00
YENI PRAMESTI 3.00
ZUDI KURNIAWAN 3.50
NILAI MURNI TKM GASAL MATH XII API
APRIYANI 2.25
EKANITA RAHMA K 3.50
FAJAR AHMAD 3.25
FARIZ HIDAYAT 3.50
FAYAKUNTARI 4.00
FELIK FEBRIYANTO 4.75
HADI PRIYANTORO 4.50
HANA DWI PRASTIWI 4.50
HANIV FITRIA 4.75
INDRIYANTI DWI YULIASTUTI 4.25
M. MIFTAKGUL HUDA 3.00
MEGA ILFIANAN RATIH 3.50
MUHAMMAD HUSNI MUBAROK 4.50
NUR ALIB 3.75
RAPIKA SUGESTIN 3.75
RITA NURSIYANI 2.75
SITI MUZAZANAH 2.25
SLAMET BUDI PURNOMO 3.75
TUMINI KUSNIYAWATI 2.75
WIWIN SETIAWAN L 4.25
YOKA OCTYANTYOKO 3.50
NILAI MURNI TKM GASAL MATH XII API
APRIYANI 2.25
EKANITA RAHMA K 3.50
FAJAR AHMAD 3.25
FARIZ HIDAYAT 3.50
FAYAKUNTARI 4.00
FELIK FEBRIYANTO 4.75
HADI PRIYANTORO 4.50
HANA DWI PRASTIWI 4.50
HANIV FITRIA 4.75
INDRIYANTI DWI YULIASTUTI 4.25
M. MIFTAKGUL HUDA 3.00
MEGA ILFIANAN RATIH 3.50
MUHAMMAD HUSNI MUBAROK 4.50
NUR ALIB 3.75
RAPIKA SUGESTIN 3.75
RITA NURSIYANI 2.75
SITI MUZAZANAH 2.25
SLAMET BUDI PURNOMO 3.75
TUMINI KUSNIYAWATI 2.75
WIWIN SETIAWAN L 4.25
YOKA OCTYANTYOKO 3.50
NILAI MURNI TKM GASAL MATH XII ATU
ADHITYA BUDI WIJAYA 3.00
AL MUSTOFA 3.25
ARI NUHARTANTO 5.00
ARIF MUNANDAR 4.75
BOBY PANJI SAPUTRA 4.00
CATUR WULANDARI 3.25
DANNY ANGGA SETIYAWAN 5.00
DIDIK IRFAN FATONI 5.50
DIYAS KONCORO 5.25
DYAH ANANING TYAS 5.00
ENI INDARTI P 5.50
FENI LESTARI 1.25
IBRAHIM CHANIFUDIN 6.25
INDRI PUJI LESTARI 5.25
JOKO SUSILO 4.75
KELIK PRIYANTO 5.00
MUH KHOIRUDIN 5.25
MUH SULISTIYONO 3.50
MUH SYIFAURROHMAN 2.75
MUHAMMAD MA'ZUD 5.50
MUHAMMAD SALAFUDIN 3.50
MURI HARMAWAN 3.00
NUROHMAN 3.25
NURRUL HIDDAYAH 4.00
RENO ALAM 3.00
ROHMAT NUR CAHYO 3.75
SARMIDI 3.50
SITI NUR ROHMAH 4.00
SRI WAHYUNI 3.50
SUKIRNO 3.75
TAUFIK 4.00
VERY SETIAWAN 3.25
YUDI WARSITO 3.75
ZUMRODIN 3.00
NILAI MURNI TKM GASAL MATH XII APKJ 2
AKHMAD IBNU HASAN W 3.75
ANGGI DWI SETYANINGSIH 4.75
ARIFATUL FAJRIYAH 3.50
ARISANDI 3.00
ASEP DWIYANTO 4.00
ATIN NURUL FADHILAH 4.00
DANANG SULISTIYAWAN 2.75
DINA AGUSTINA 5.25
EVA WIDYANINGSIH 5.00
FITRI LESTARI 4.50
JOKO SUDARWANTO 4.50
LATIF SODIKIN 4.50
LINA ASTUTI 4.25
LISTYANINGSIH 4.25
LUCY MERITASARI 4.50
MITA MAWARSARI 3.50
MOHAMMAD SOFINGI 4.00
MOHSON AMSORI 5.50
NOWO TRIATMOKO 3.50
PUPUT GALIH PAMUNGKAS 3.75
QORINA ISMATU DIANA 4.75
RUDI ERIYANTO 2.50
SARI RATNANINGSIH 4.25
TRI ATI WENING 3.50
TRISTANTI 4.25
ULFAH BEKTI PERTIWI 4.25
WAHYUDI PRASETYO 4.25
YUNI EKAWATI 4.75
YUSUF AJI MAROUSE 3.50
NILAI MURNI TKM GASAL MATH XII APKJ 1
AGUS WIDODO 2.25
AGUSTINA ANDINASARI 2.75
AHMAD NURUL NGIZA 2.50
ANDRA PUJI LESTARI 3.25
ARI CINTOKO 2.75
AYU WULANDARI 1.75
CHANDRA PRAMUDIYA 3.00
DWI NUR AFNI RATNA SUSILOWATI 3.75
DWI TANTRI 3.75
FA'IN 3.25
FATKHUL MUJIB 3.25
FENI MARSHELA 3.25
IRVAN FITRIANTO 4.50
ITA QOIYIMATUN 4.00
MAHFUD ZAYANA 2.75
MUHAMMAD ARIF 2.25
MUNJAWANAH 3.75
PRASETYO WIBOWO 3.25
RATNA WULANDARI 4.25
RIRIN OKTAFIA 3.50
RISYANTI 4.25
SAROKHIM 3.75
SEPTI UTAMI 4.00
SRI RAHAYU 3.75
SULISTIYANINGSIH 3.75
TATAG BRILIYAN PURNAMA 4.00
TRI ENDAH WAHYUNINGSIH 4.00
TRI WULAN DESIYANI 1.50
TUMIDI 4.50
WAGTI SARIFAH 4.00
Jumat, 03 Desember 2010
kisi-kisi TKM Matematika Gasal SMK Kelas XI 2010
• Siswa dapat menentukan perbedaan konsep relasi dan fungsi 1
• Siswa dapat menentukan persamaan fungsi linear jika diketahui grafiknya. 2
• Siswa dapat menentukan persamaan garis yang melalui dua buah titik 3
• Siswa dapat menentukan persamaan garis lurus yang melalui sebuah titik dan tegak lurus garis tertentu. 4
• Siswa dapat menentukan invers fungsi linear 5
• Siswa dapat menggambar grafik fungsi kuadrat yang diketahui persamaannya 31
• Siswa dapat menentukan titik ekstrim suatu fungsi kuadrat 6
• Siswa dapat menentukan persamaan fungsi kuadrat jika diketahui grafik. 7
• Siswa dapat menentukan persamaan fungsi eksponen jika diketahui grafiknya. 8
• Siswa dapat menentukan pola bilangan dari barisan bilangan yang diketahui. 9
• Siswa dapat menentukan notasi sigma dari barisan bilangan yang diketahui. 10
• Siswa dapat menentukan rumus suku ke-n dari suatu barisan aritmatika 11
• Siswa dapat menentukan suku ke-n dari barisan aritmatika 12
• Siswa dapat menentukan jumlah n suku pertama dari deret aretmetika 13
• Siswa dapat menentukan suku pertama , beda, rumus suku ke-n, suku ke-n, jumlah n suku pertama dari barisan aritmatika 32
• Siswa dapat menentukan suku ke-n suatu barisan geometri. 14
• Siswa dapat menentukan jumlah n suku suatu deret geometri 15
• Siswa dapat menentukan jumlah tak hingga deret geometri 16
• Siswa dapat Menyelesaikan masalah program keahlian yang berkaitan dengan deret geometri . 33
• Siswa dapat mengkonversi sudut dari derajad ke Radian 17
• Siswa dapat mengkonversi sudut dari radian ke derajad 18
• Siswa dapat menghitung keliling bangun datar yang berbentuk trapesium 19
• Siswa dapat menghitung luas bangun datar yang merupakan kombinasi dari beberapa lingkaran . 20
• Siswa dapat Menghitung jari-jari lingkaran yang diketahui luasnya 21
• Siswa dapat Menyelesaikan masalah program keahlian yang berkaitan dengan luas dan keliling bangun datar 34
• Siswa dapat Menentukan refleksi sederhana dari titik –titik sudut suatu segitiga 22
• Siswa dapat Menentukan Translasi dari titik pusat lingkaran 23
• Siswa dapat membedakan jaring-jaring kubus . 24
• Siswa dapat menentukaan luas permukaan selimut tabung 25
• Siswa dapat menentukaan luas permukaan kerucut yang diketahui tinggi dan jari-jari alasnya 26
• Siswa dapat menentukan volume tabung. 27
• Siswa dapat menentukan volume Kerucut . 28
• Siswa dapat menentukan volume bangun ruang yang tersusun dari tabung dan setengah bola. 35
• Siswa dapat menentukan jarak dua garis yang bersilangan pada sisi-sisi kubus. 29
• Siswa dapat Menghitung besar sudut antara garis dan bidang pada kubus 30
Senin, 29 November 2010
MOUNT MERAPI
Kisi-kisi Soal TKM Matematika SMK Kelas XII Gasal 010
Siswa dapat menentukan harga beli jika diketahui harga jual dan persentase keuntungan/kerugian 1
Siswa dapat menyederhanakan operasi bentuk pangkat 2
Siswa dapat menyederhanakan bilangan rasional bentuk akar 3
Siswa dapat menentukan nilai logaritma jika diketahui nilai logaritma lain dalam bentuk variabel 4
Siswa dapat menentukan himpunan penyelesaian suatu pertidaksamaan linear satu variabel. 18
Siswa dapat menentukan himpunan penyelesaian suatu pertidaksamaan kuadrat 19
Siswa dapat menentukan persamaan garis lurus yang diketahui satu titik dan sejajar/tegak lurus garis lain 5
Siswa dapat menentukan gambar grafik fungsi kuadrat yang diketahui fungsi kuadratnya. 6
Siswa dapat menyelesaikan soal cerita yang menggunakan konsep perbandingan trigonometri 7
Siswa dapat mengkonversi suatu titik dalam bentuk koordinat kartesius/koordinat kutub 8
Siswa dapat menentukan nilai trigonometri sudut rangkap jika diketahui perbandingan salah satu nilai trigonometrinya. 9
Siswa dapat menentukan keliling suatu bangun datar dari suatu soal cerita 10
Siswa dapat menentukan luas daerah bangun datar 11
Siswa dapat menentukan luas permukaan kerucut atau limas 12
Siswa dapat menentukan volum gabungan dua bangun ruang 13
Siswa dapat menentukan hasil operasi suatu matrik 14
Siswa dapat menentuak invers martiks ordo 2x2 15
Siswa dapat menentukan panjang vektor dari suatu operasi jumlah/kurang dari beberapa vektor 16
Siswa dapat menentukan hasil operasi perkalian dua vektor 17
Siswa dapat menentukan himpunan penyelesaian suatu pertidaksamaan linear satu variabel. 18
Siswa dapat menentukan himpunan penyelesaian suatu pertidaksamaan kuadrat 19
Siswa dapat menentukan sisten pertidaksamaan liear jika diketahui grafik penyelesaiannya. 20
Siswa dapat menentukan nilai optimum dari suatu soal cerita 21
Siswa dapat menentukan nilai kebenaran dari suatu tabel nilai kebenaran yang diberikan
Siswa dapat menentukan negasi dari suatu kalimat majemuk 22
23
Siswa dapat menentukan konvers atau invers dari suatu implikasi 24
Siswa dapat menentukan kesimpulan dari suatu premis yang diberikan 25
Siswa dapat menentukan hasil penghitungan suatu permutasi siklis
26
Siswa dapat menentukan hasil kombinasi suatu soal cerita 26
Siswa dapat menentukan peluang suatu kejadian saling lepas 28
Siswa dapat menentukan besar sudut dari suatu diagram lingkaran yang diketahui data-datanya 29
Siswa dapat menentukan modus dari suatu distribusi frekuensi yang diberikan 30
Siswa dapat menentukan quartil dari data distribusi frekuensi 31
Siswa dapat menentukan simpangan quartil dari data tunggal 32
Siswa dapat menentukan nilai limit suatu fungsi aljabar 33
Siswa dapat menentukan interval suatu fungsi naik atau turun 34
Siswa dapat menentukan turunan fungsi aljabar dan trigonometri 35
Siswa dapat menentukan titik ektrim maksimum atau minimum dari suatu fungi yang diberikan 36
Siswa dapat menentukan integral tak tentu 37
Siswa dapat menentukan integral tentu 38
Siswa dapat menentukan luas daerah diantara dua kurva
39
Siswa dapat menentukan volum benda putar yang dibatasi dua kurva 40
Sabtu, 27 November 2010
Tips Agar Ikan Basah Tak Lengket Di Penggorengan
Ingin menggoreng ikan basah tanpa lengket? Mudah. Setelah ikan dibersihkan, gulingkan pada tepung terigu kering (jangan diberi air). Insyaallah daging ikan basah tidak akan menempel pada wajan saat menggoreng. Selamat mencoba.
Disadur dari majalah Paras Edisi Nopember 2010
Tips Dapur - Cegah Basi Pada Daging Ayam
CEGAH BASI PADA DAGING AYAM
Setelah daging ayam dicuci bersih, rendam daging ayam dalam air yang sudah dicampur sedikit cuka: tunggu selama 5 menit, lalu angkat dan bersihkan dengan air. Kemudian masak sesuai selera. Insyallah, daging ayam tidak akan cepat basi selama sekitar 2-3 hari. Selamat mencoba.
Disadur dari majalah Paras Edisi Nopember 2010
Mata Segar dengan Ramuan Bunga Melati
Bunga melati ternyata juga bermanfaat untuk membuat matakita menjadi lebih bercahaya. Ambil beberapa kuntum bunga melati, rendam dalam satu gelas, air bersih dan diamkan semalaman. Esoknya, pakailah merembang mata kita. Lakukan hal ini setiap pagi. Mata akan tampil lebih terang.
Disadur dari majalah Paras Edisi Nopember 2010
Kulit Halus Dengan Jeruk Lemon
Kulit mulus dan bersih pasti menjadi dambaan kaum wanita. Nah, jika kulit terasa kering, tumit pecah-pecah, anda bisa menghaluskanya kembali dengan jeruk lemon. Caranya, ambil jeruk lemon dari pohonnya, belah melintang, gosokkan ke kulit yang kering atau pecah-pecah (awalnya memang perih, tapi jika rutin dilakukan tiap pagi, perih akan hilang dan kulit kembali mulus dan bercahaya). Setelah digosok diamkan kurang lebih 10 menit, bilas dengan air hangat, lakukan secara teratur.
Disadur dari majalah Paras Edisi Nopember 2010
Tips Mencegah Rambut Rontok
Selain memilih sampoo yang cocok dengan jenis rambut, mengantisipasi rambut rontok dapat dengan menjaga asupan makanan. Bahan makanan yang baik untuk kesehatan rambut ialah makanan yang kaya protein, seperti: ikan, daging, kacang-kacangan, dan hasil olahannya, seperti: tempe dan tahu. Demekian pula bahan makanan yang mengandung banyak vitamin dan mineral semisal sayuran yang berwarna hijau, atau tauge. Sedangkan untuk buah-buahan, pilih papaya, mangga, nanas, jeruk, rambutan, dan sirsak. Vitamin A terbukti berperan dalam penyuburan rambut, begitu juga vitamin E, A,B,dan H(biotin).
Disadur dari majalah Paras Edisi Nopember 2010
Krim Pelembab Khusus Penghilang Keriput
Krim pelembab berfungsi manggantikan permukaan lemak pada kulit yang hilang atau berkurang. Alhasil kulit tetap kenyal dan lembab. Pilihlah pelembab khusus yang bertulis “hypoallergenic”. Gunakan pelembab hanya pada saat yang diperlukan, yakni apabila kulit terasa kering dan lama diterpa sinar matahari. Hindari pelembab yang menggunakan banyak pengharum. Minyak zaitun dapat menjadi alternative kala pelembab tidak ditemukan.
Disadur dari majalah Paras Edisi Nopember 2010
Mencegah Uban Dengan Apel
Uban pun bisa pada rambut siapa saja. Namun jika pada mereka yang berusia muda, tumbuhnya uban bisa jadi masalah dan mengganggu penampilan. Untuk mencegah hal ini, hindari berganti-ganti shampoo, dan memakai cat rambut terlalu sering. Namun jika uban terlanjur tumbuh, cegah dengan ramuan tradisional. Caranya: ambil dua buah apel, separuh kelapa, daun kumis kucing dan daun putrid malu. Semua bahan dihaluskan. lalu, ambil airnya, usapkan air tersebut ke rambut dan kulit kepala. Biarkan selama 5 menit agar air tersebut meresap ke pori-pori kulit. Bilas bersih, lakukan 2 hingga 3 kali seminggu.
Disadur dari majalah Paras Edisi Nopember 2010
Tetap Cantik diusia 30 Tahun
Puncak kesegaran dan kecantikan tubuh manusia berada pada usia 20-30 tahun. Lebih dari itu, kerut penuaan akan timbul, karena berkurangnya kadar air dibawah kulit yang menyebabkan wajah terlihat pucat dan kering. Ada cara memperlambat penuaan. Di samping melakukan perawatan-dalam dengan mengonsumsi makanan segar dan sehat, tatarias wajah pun berperan untuk memberikan kesan muda dan matang. Pilih warna-warna natural: untuk lipstick, pilih yang muda cerah namun lembut. Pastikan membedakan jenis riasan yang dipakai sehari-hari dan riasan untuk pesta.
Disadur dari majalah Paras Edisi Nopember 2010
TIPS MENANGANI CEDERA
Jika anda melakukan kegiatan fisik tidak jarang seringkali terkena cedera. Di bawah ini kami sampaikan tips menangani cedera agar jika terjadi cedera pada diri kita atau keluarga maupun orang dekat kita bisa menanganinya dengan benar.
Cara menangani cedera yaitu dengan melakukan prinsip PRINCE.
1. Protection. Lindungi bagian yang cedera dengan perban elastic, sling, kruk, atau tongkat agar tidak bergerak. Hal ini perlu dilakukan supaya cedera tidak berlanjut. Terlalu bergerak mengakibatkan proses penyembuhan semakin lama.
2. Rest(Istirahat). Bagian tubuh yang cedera harus segera diistirahatkan, karena gerakan aktif akan meningkatkan pendarahan dan pembengkakan yang terjadi sehingga nyeri semakin berlanjut. Bagian yang terluka segera diistirahatkan untuk meminimalkan pendarahan dalam dan pembengkakan serta untuk mencegah bertambahnya cedera.
3. Ice ( es ). Bagian tubuh yang cedera dikompres dingin/es. Yang berfungsi agar terjadi proses vasokonstriksi local atau pengurutan pembuluh darah local, mengurangi rasa nyeri, , mengurangi reaksi inflamasi / peradangan dan spasme otot. Caranya dengan mengompres dingin/es selama 15-20 menit setiap 1-2 jam, kemudian turunkan frekuensi sampai 12-48 jam sesuai dengan berat ringannya cedera. Es batu menyebabkan pembuluh darah mengkerut membantu mengurangi peradangan dan nyeri.
4. NSAID ( Obat Anti Inflamasi Non Steroid), yaitu obat-obatan anti rasa nyeri yang berfungsi sebagai anti inflamasi/peradangan. Obat ini dibutuhkan pada fase cedera akut ketika terjadi tanda-tanda peradangan(nyeri, bengkak, kemerahan). Tapi perlu hati-hati pada penderita tukak lambung.
5. Compression (balut tekan). Penggunaan perban elastic untuk balut tekan pada daerah yang mengalami cedera akan menurunkan tingkat pendarahan dan mencegah terjadinya pembengkakan.
6. Elevation(meninggikan). Bagian tubuh yang mengalami cedera ditinggikan posisinya dari anggota tubuh yang lain. Agar aliran darah kebagian yang cedera berkurang.
PRINCE ini dilakukan selama 24-48 jam pertama. Setelah itu lakukan kompres dingin dan hangat untuk memperbaiki sirkulasi jaringan yang cedera lakukan secara bergantian dalam waktu 1-2 jam, diulang selama 24 jam pertama.
Bila cedera tak kunjung membaik segera hubungi dokter spesialis.
Disadur dari majalah Paras Edisi Nopember 2010.
Jumat, 26 November 2010
prediksi 1 un 2010
http://www.4shared.com/document/DVMZiMSB/prediksi-un-2010-paket-1.html
http://www.4shared.com/document/R2112fnx/prediksi-un-2010-paket-2.html
http://www.4shared.com/document/wPk1b78P/prediksi-un-2010-paket-3.html
http://www.4shared.com/document/wP0hFLrr/soal-ujian-nasional-mgmp-a.html
http://www.4shared.com/document/_pIc3qqh/soal-ujian-nasional-mgmp-b2.html
http://www.4shared.com/document/ONR3jJ9R/soal-ujian-nasional-mgmp-c.html
Selasa, 23 November 2010
PASRAH CALON PENGANTIN KAKUNG ING UPACARA IJAB
ING UPACARA IJAB
- Assalamu’alaikum wr, wb.
- Nuwun, sanggyaning para sesepuh saha pinisepuh ingkang tuhu kinabekten, sumawana para rawuh kakung saha putri ingkang dahat kinurmatan,
- Langkung rumiyin kula hangunjukaken puji syukur wonten ngarsa dalem Allah SWT, dene sampun kepareng hangayomi lampah kula sakadang, satemah wiwit saking unggul pawenang dumugi ing papan menika tansah manggih kawilujengan.
- Salajengipun, mugi kalilanana kula matur wonten ngarsanipun R. Harjuno sarimbit ingkang tuhu kinurmatan
- Kula pun Setiaki, kairing sagung para kadang pangayab, kautus dening panjenengaipun R. Werkudoro sekaliyan, ingkang lenggah dedalem ing Unggul pawenang supados :
Sepisan, ngaturaken kasugengan saha salam taklim saking R. Werkudoro sakulawangsa , mugi katur wonten ngarsanipun R. harjuno kaliyan garwa dalah kulawarga
Ingkang angka kalih, nuhoni rantaman ingkang sampun gumathok saking para prayagung ingkang sami hamangun bebesanan, kula kinen hamasrahaken Calon Pinanganten kakung ingkang apeparab Bagus Koco Negoro kanthi panyuwun supados kaijabaken saha kadhaupaken kaliyan putra putri R. Harjuno ingkang asesilih Rara Pregiwa
Rehning Calon Pengantin Kakung sampun siyaga ing dhiri land rumati ing pakarti, pramila sumangga kula aturaken mugi katampi kanthi suka renaning penggalih, saha mbok bilih sedaya sampun samekta keparenga Upacara Ijab tumuli katindakaken, kairing puja puji sesanti basuki mugi tumapaking gati tansah ingayoman dening Allah SWT. satemah lulus raharja kali sing sambekala
- Ing wasana , ambok bilih wonten kiranging trapsila myang subasita sowan kula sakadang, menapa dene wonten kithal kuciwaning atur kula ingkang mboten damel rena ing penggalih panjenengan sedaya , keparenga kula nyuwun agunging pangaksami.
- Pinangka panutuping atur Wassalamu’alaikum wr. wb
WEDHARING SABDA HANANGGAPI PAMIT PANGARSANING DUTA
Assalamu’alaikum wr. wb.
R. Setyaki , ingkang tuhu kinurmatan.
Kula minangka sulih sarira saking R. harjuna sakulawarga, keparenga hananggapi wedharing sabda panjenengan ingkang ngersakaken mundhut pamit, saestunipun, R. harjuno badhe rumaos begja kemahyangan sewu, menawi panjenengan sakadang tasih kepareng nglajengaken anggenipun lelenggahan ngiras pantes tirakatan paring pangestu dhumateng calon pinanganten.
Parandene panjenengan sakadang ngersakaken mundhut pamit, R. Harjono sakulawarga mboten saged mambengi karsa panjenengan.
Mboten langkung, sedaya kekirangan saha kalepatan anggenipun hanampi saha hangacarani rawuh panjenengan sakadang, ingkang mboten damel reraning penggalih, R. Harjuno sakulawarga tansah nyuwun agunging pangaksami.
Salajengipun, dhumateng Nakmas Kaca Negara mugi kepareng nampi Busana Penganten ingkang badhe kaparingaken dening Ibu harjuno, ing pangajaba sageda ka agem ing titiwanei tumapaking upacara dhauping pengantin.
Makaten ugi sawetawis “angsul-angsul” minangka tandha tresna saking kulawarga R. Harjuna kagem kulawarga R. Werkudara, sanadyan mboten mingsra, keparenga hanampi kanthi sukarenaning penggalih.
Ing wasana, kondur panjenengan R. Harjuno sakulawarga namung saged ndherekaken sugeng, kairing pamuji mugi tansah rahayu ngantos dumugi ing palereman.
Kados namung makaten atur kula, minangka panutup Wassalamu’alaikum wr. wb.
Contoh Upacara Midodareni - WEDHARING PANGANDIKA PASRAH ING MIDODARENI
(Nyantri saha Pasrah sarana)
- Assalamu’alaikum wr. wb.
- Nuwun, sanggyaning para sesepuh saha pinisepuh ingkang tuhu kinabekten, sumawana para rawuh kakung saha putri ingkang dahat kinurmatan,
- Langkung rumiyin kula hangunjukaken puji syukur wonten ngarsa dalem Allah ingkang maha Agung, dene sampun kepareng hangayomi lampah kula sakadang, satemah wiwit saking Unggul Pawenang dumugi ing papan menika tansah manggih kawilujengan
- Salajengipun, mugi kalilanana kula matur wonten ngarsanipun R. Harjuna sarimbit ingkang tuhu kinurmatan
- Kula pun Setiaki, kairing sagung para kadang pangayab, kautus dening panjenenipun R. Werkduoro sekaliyan, ingkang lenggah dedalem ing Unggul Pawenang, supados :
1. Ngaturaken kasugengan saha salam taklim , saking R. Werkudoro sekalian mugi katur wonten ngarsanipun R. Harjuno sarimbit.
2. Gayutan kaliyan manunggaling karsa, anggenipun badhe sami mangun bebesanan lumantar palakraminipun Bgs, Kaca Negoro kalian Rara Ayu Pregiwo, putra putri panjenenganipun R. Harjuna, pramila ndalu punika kula kautus nglarabaken sowanipun Calon Pianganten kakugn, ingkang wigati caos palapuran bilih Calon pinanganten kakung sampun siyaga ing dhiri lan rumanti ing pakarti, badhe nampi nikahipun Rara Ayu Pregiwa, saking penjenenganipun R. Harjuno, ing dinten benjang-enjang, cundhuk kaliyan wanci ingkanga sampun rinantam.
3. Sowan kula ing dalu menika ugi kautus, hangaturaken uborampe sarat sarana, kinarya netepi tatacara adat Jawi ingkang lumampah. Wondene wujuding uborampe sarat sarana ingkang saged kula aturaken :
a. Awujud Pisang raja setangkep ingkang sinebat pisang sanggan rinengga sigi sapethet myang sekar sapelik, kinarya tandha yekti R. Werkudara hamasrahaken sesanggan anggenipun badhe andhaupaken calon pinanganten sarimbit
b. Maskawin utawi mahar, awujud Sapengadeg busana Sholat, kinarya sarat sarana abashing akid nikah samangke
c. Busana sapengadeg sha rerenggan saking kencana/ mas-masan, kagem calon pinanganten putri, kinarya tandha sih katresnanipun Bgs. Kacanegara dhumateng Rara Pregiwa.
d. Sawetasis redana, pinangka sarana hanyengkuyung lumaksaning upacara wiwahan dhauping pengantin sarimbit
e. Awujud Dedhaharan , minangka sarana nyupeketaken manunggaling kekadangan saking brayat Werkudaran dalah brayat Harjunan.
Sanadyan sedaya uborampe ingkang sampun kula aturaken ing ngajeng, mboten sepintena lamun kinerta aji ing arto, namung mugi wontena keparengipun R. Harjuno sekalian, hanampi kanthi suka lega legawaning penggalih.
- Ing wasana, ambok bilih wonten kiranging trapsila myang subasita sowan kula sakadang , menapa dene wonten kithal kuciwaning atur kula ingkang mboten damel rena ign penggalih panjenengan sedaya, keparenga kula nyuwun agunging pangaksami
- Pinangka panutuping atur Wassalamu’alaikum wr. wb
WEDHARING PANGANDIKA PANAMPI PASRAH ING MALEM MIDODARENI
(Nyantri saha pasrah sarana)
- Assalamu’alaikum wr. wb.
- Sagung para sesepuh pinisepuh ingkang tuhu kinabekten, sumawana para rawuh kakung saha putri ingkang tuhu kinurmatan.
- Mugi kalilahana , kula ingkang piniji pinangka sulih sarira R. Harjuna hanyaruwe wekdal sawetawis kinarya hananggapi wedharing sabda saking pangarsaning duta R. Werkudoro ing Unggul Pawenang.
- R. Setiaki miwah para kadang pangayabing calon penganten Kakung saking Unggul Pawenang ingkang pantes kinurmatan
- Kula pun Nakula, ingkang piniji sulih sarira R. Harjuna sarimbit, kanthi tansah hangunjukaken puji syukur wonten ngarsa dalem Allah SWT, keparenga langkung rumiyin, ngaturaken pambagya sugeng rawuh saha ngaturaken gunging panuwun awit saking rawuh panjenengan sakadang.
- Salajengipun, hananggapi wedharing sabda saking R. Setiaki, minangka duta saking R. Werkudoro ing Unggul Pawenang ,
1. Paringipun kasugengan saha salam taklim saking R. Werkudoro sekalian kula tampi kanthi suka gembiraning manah. Makaten ugi salam taklim saking R. Harjunao sakulawangsa, mugi kaaturna R. Werkudoro sakukuban
2. Rawuhipun Calon pinanganten kakung ing wanci menika, saestu damel tentreming penggalih R. Harjuna sakaluwarga, awit saestu badhe kasembadan sedyanipun andhaupaken putra pinanganten kekalih, jumbuh kaliyan rantaman ingkang sampun rinacik.
Ingkang menika R. Harjuna sekaliyan, ngaturaken gunging panuwun ingkang tanpa upami , Mugi Allah SWT marengakaen satemah sedya tama ingkang sampun rinantam saged kasembadan kanthi kali sing sambekala
3. Paringipun Uborampe sarat sarana ingkang awujud pisang sanggan, maskawin menapa dene sanes-sanesipun ingkang maneka warni, ingkang werdinipun ugi sampun kababaraken, R. Harjuno sekalian hanampi kanthi suka gembiraning manah , saha ngaturaken agunging panuwun ingkang tanpa pepindhan, dene semanten lomaning penggalih saha luhuring budi R. Werkudoro sekaliyan. Mugi-mugi kanthi paringipun sarat sarana kalawan, saestu saget mahanani kasembadaning sedya , lestarining jodho miwah kamulyaning gesang bebrayanipun putra pinanganten sarimbit ngantos dumugi ing delahan.
- Ing wasana ambok bilih anggenipun hanampi saha hangacarani rawuh panjenengan sakadang , kathah kekirangan saha kalepatan ingkang mboten damel reraning penggalih , R. Harjuna sakulawarga nyuwun agunging pangaksami . Makaten ugi kula pribadi ingkang piniji minangka talanging atur R. Harjuna, mbok bilih kathah lepat atur kula, ugi nyuwun gunging pangaksami
- Salajengipun katur R. Setiaki sakadang, kasuwun sekeca lenggah kanthi mardikaning penggalih , ngantos paripurnaning gati ing mangke.
- Pinangka panutuping atur, Wassalamu’alaikum wr. wb.
---------------------------------------
ANCER ANCER PAMITAN ING MIDODARENI
Assalamu’alaikum wr. wb.
Para sesepuh saha pinisepuh ingkang tuhu kinabekten , sumawana para rawuh kakung saha putri, langkung-langkung R. Harjuna sekaliyan garwa dalah kula warga ingkang tuhu kinurmatan.
Kawawas wigatosing sowan kula sakadang, nuninggih : sepisan , nglarabaken sowanipun Calon pinanganten kakung saperlu nyantri ing ndalu menika saha angka kalih kinen hamsrahaken uborampe sarat sarana / peningset saking R. Werkudoro katur R. Harjuno, kados sedaya sampun katampi kanthi sukarenaning penggalih, ateges jejibahan kula sampun paripurna.
Rehnian gsampun sawetawis dangu anggen kula sowan, saha benjang-enjang Calon Penganten kakung tasih kedah cecawis kangge hanindakaen upacara akad nikah, pramila mugi wonten keparengipun kula sakadang dalah calon penganten kakung nyuwun pamit, miwah nyuwun tambahing pangestu , mugi lampah kula dumugi palereman tansah manggih widada kali sing sambekala.
Sepisan malih ambokbilih katah kekirangan saha kalepatan anggen kula sakadang sowan, miwah wonten kithal kuciwaning atur, keparenga R. Harjuna sakaluwarga , sumbrambahipun Sagung para rawuh paring agunging pangaksami.
Ing wasana dhumateng sagung para tamu, sungeng lelenggahan, mugi berkahing Gusti Allah SWT tansah tumedhak tumanduk panjenengan sedaya lan kula sakadang.
Cekap semanten atur kula, Wassalamu’alaikum wr, wb. Nuwun
------------------------------------
Contoh Upacara Kembar Mayang
(TUMURUNING KEMBAR MAYANG)
A. PURWAKANING ATUR PANATACARA :
Sagung para rawuh kakung saha putri ingkang tuhu kinurmatan.
Inggih awit saking keparengipun R. Harjuna, ing mangke badhe ka adanan Upacara Tebus Kembar mayang.
Wondene Para paraga ingkang piniji hanawung karti nuninggih :
Pinangka Ki Wasita Jati : Kasarira Bp . Baladewa
Pinangka Ki Sarayajati : Kasarira Bp. Sadewa
Pringgarumeksa dipun sarirani dening Bp. Sukarya dalah Bp. Piguna
Pangombyong Ki sarajati : Ibu Mulyati, Ibu Rejeki, Bgs. Raharja saha Bgs Jadmika
Rehning sampun ndungkap wahyaning mangsa kala saha sedaya sampun siyaga, pramila upacara tumuli badhe kula purwakani.
Dhumateng sagung para tamu kasuwun sekeca lenggah kanthi mardikaning penggalih, saha nyuwun idi pangestu mugi adeging upacara saged lumampah kanthi rancak kali sing sambekala.
B. UPACARA KAWIWITAN
1. Ingkang hamangku karsa utusan
- Sesarengan punika, Dhalang Suluk Pathet Kedu
Myat langening kalanggyan, aglar pandam muncar, oo. tinon lir kekonang, surem sorote tan padhang , a sor lan pajare, oo. oo. tur mameng nggegana, oo.oo. Dhasare mangsa katiga, oo. hima hanaweng, ingujung ancala, lan a karya wigena, oo. miwah isining wana, oo.oo. Wreksagung tinunu. --- Ayak-ayak ------
- R. Harjuna sekalian, Calon Penganten putri lenggah , kaadhep Ki Sarayajati dalah pangombyong.
2. Gendhing Suwuk, Dalang Pocapan :
Tatasing rahina gumanti ing ratri, ing nggegana katon remu wancine wus panglong.
Nalika samana nuju ari tumpak cemengan magut ratining ditekasih dhawah surya kaping 26 - 9 – 98 sinengkalan Ngesthi tumenga aruming siwi.
Ono titahing Gusti kang asma R. Harjuno sarimbit, arsa netepi darma andhaupaken putranira kang sesilih Rr. Pregiwo.
Ing mangke lagya samya lenggah ing pendapi, Ing semu emeng jroning wardaya, menggalih pamothahipun ingkang putra nenggih Calon Pinanganten putri, nyuwun supados dhaupipun tinengganan Sekar adi Mancawarna utawi sinebat Kembar mayang. Nalika samana R. Harjuno, lagya hanampi rawuhipun Ki Sarayajati, ingkang arsa sinaraya ngupadi Kembar mayang. Sasampunipun bage binage, R. Harjuno tumuli medharaken telenging gati, mangkana wijiling pangandika…………….
IHK Ki Sarayajati ingkang tuhu kinurmatan, Kula sakulawarga nyuwun senjata pitulung dhateng panjenengan , mugi kepareng ngupadi Sekar adi manca warna utawi Kembar mayang, kangge jangkeping pepasren badhe dhaupipun anak kula pun Pregiwo kaliyan Bagus Kacanegara, Dene Uborampe kagem sarana, ampun kula cawisaken.
SJ Menawi tetela makaten, sanadyan awrat jejibahan menika, namung kula badhe nyendikani dhawuh panjenengan. Rehning uborampe sampun cumawis, pramila kula tumuli nyuwun pamit saha nyuwun tambahing pangestu mugi kula saged lebda ing karya.
IHK Kula namung dherek memuji mugi tindak panjenengan raharja ign marga saha sembada ing karya.
Dalang Pocapan .
Purna nggenya paring pangandika, ingkang sinaraya gya jumangkah netepi wajib kadherekaken para Pangayab, kanthi sesanti mugi tansah rahayu.
--------------- (Gendhing Ld. Mugi Rahayu S1 Myr. ) ----------------
Kisarayajati saha pangayab jawat asta pamit, lajeng miyos.
Dhalang pocapan.
Lah punika ta warnane, Ki Sarayajati ingkang nembe lelana, angupadi Kembar mayang. Jroning lumaksana kadherekaken para pangayab, nenggih Eanodya kekalih ingkang ngasta baki isi sadak lawe saha tuwin baki isi klasa Bangka ya tilam lampus. Ingkang sisih wuri Paraga kakung kalih, kang sawiji hamundhi lira, kang sajuga ngampil songsong pinangka jangkeping sarat sarana.
Datan cinarito lampahe Ki Sarayajati, gantyo ingkang winuwus. Wonten papan asri pinetha kadya pacrabakan. Sayekti menika pacrabakan Palo amba, nenggih papan cumondhoking Sekar adi Mancawarna ya Kembar mayang.
Sinteta ingkang kadi pinandita lenggah ing salebeting pacrabakan ? . Tan sanes nenggih ingkang bebisik Ki Wasitojati.
Nalika samana lagya lenggah kaliyan abdi kinasih kekalih, kasaru sowanipun Ki Sarayajati miwah para pendherek.
Dupi sampun satata lenggah, Ki Wasitjati daya-daya gya ngacarani kang nembe prapta. Makaten wijiling pangandika ingkang dereng kawiyos ing lesan….
------ Nengga gendhing suwuk ----- lajeng wawan rembag.
ADEGAB ING PACRABAKA PALOAMBA
Wj. Kisanak ingkang nembe rawuh, keparenga kula ngaturaken kasugengan, saha nyuwun pirsa, panjenengan menika sinten lan saking pundi ?
Sj. Inggih Kyai, awit pangestu panjenengan, sowan kula sakadang tansah pinayungan ing karahayon.
Salajengipun keparenga dherek nepangaken, ingkang sudi amestani kula pun Sarayajati, wingking saking Padhukuhan Madukara. lajeng kepareng nyuwun pirsa, ngriki menika padhukuhan pundi saha panjenengan punika sinten Kyai ?
Wj. Kawuningana Kyai Sarajati, ngriki punika pacrabaan Paloamba kalebet wewengkon padhukuhan Tegalsari. Dene kula ingkang name Wasitajati, sisih kula punika Pringga rumeksa saha Rumeksa Pringga.
Lajeng mengku wigati ingkang pundi dene panjenengan karaya raya rawuh ing pacrabakan menika, Kyai?
Sj. Ngaten Kyai, kula menika nembe sinaraya dening R. Harjuno ingkang lenggah dedalem ing Padhukuhan Madukara, Kinen ngupadi Sekar adi mancawarna utawi Kembar mayang, kinarya sarana dhupipun Rara Pregiwo kaliyan Bgs. Kacanegoro.
Manut goteking akathah, bilih Kembar mayang kala wau, wnci menika cumondhok ing ngriki saha Ki Wasitjati ingkang kapiji hamurba. Menapa inggih leres makaten Kyai?
Wj. Leres pangandika panjenengan kisanak, bilih sekar adi mancawarna ingkang ugi kasebat kalpataru dewandaru Jaya ndaru ugi winastan kembar mayang, mila cumondhok wonten ngriki. Lah inggih ingkang wonten ngarsa panjenengan menika wujudipun.
Sj. Wah, saestu begja kemahyangan tumrap kula, kyai. Namung saderengipun, Keparenga nyuwun pirsa , menapa reroncening sekar adi mancawarna wonten werdinipun Kyai?
Wj. Makaten kisanak, mugi andadosna ing pamriksa, bilih Kembar mayang menika pinangka pralambanging Wahyu Jodho. Peamila tumurunipun dhateng priyantun ingkang hambeg utama, ing rikalanipun badhe nambut silaning akrama.
Dene Kembar mayang punika wonten peranganipun saha saben perana wonten werdinipun piyambak-piyambak, tumprap pinanganten. Wondene babaripun makaten:
1. Oyodipun sinebat Bayubojro. werdinipun minangka pasemon kekiyatan. Liripun tiyang ingkang badhe palakrama kedah Santosa lahir lan batos, murih mboten gampil kasempyok ing godha ingkang saged damel rengkaning bebrayan
2. Wit ipun sinebat Purwa sejati. Tegesipun wiwitanipun agesang bebrayan, kedah linambaran santosaning tekad, adhedasar katresnan jati, tinangsulan reh darmaning palakrami manut paugeraning agami tuwin negari.
3. Pangipun sinebat keblat papat, inggih menika :
Ingkang mangling ngaler, sinebat andong birawangga
Ingkang ngetan, sinebat girang puspondriya
Ingkang ngidul, sinebat janur nur cahya
Ingkang ngilen , sinebat Waringin jati laksana
werdinipun, mugi penganten anggeipun ngupadi pangupajiwa dhaten gpundi papan, kedah linambaran budi rahayu, tebih tindak duraka, linambaran panyuwun mring Gusti ingkang maha Suci, murih tansah pinaringan pitedah tuwin pangayoman
4. Dene sekaripun sinebat Dewandaru jayandaru saha wohipun sinebat ndaru tuwin kilat.
Tegesipun, sasampunipun palakrama, kaajab saged nuwuhaken wohing katresnan awujud putra. Putra sageda kagulawenthah kanthi pratitis, murih dados manungsa ingkang utami.
5. Sangandhapin kembar mayang wonten degan sajodho, mengkuwerdi, pangajab mugi temanten kekalih lestari dadya jodho, tuwin kekalihipun mugi tansah atut tuntuk pindha mimi hamintuna,. Dene isining degan awujud toya wening , tegesipun penganten kekalih sageda tansah wening ing penggalih, satemah samubarang pakarti saged pratitits andayani sembada ingkang sinedya, jumbuh ingkang ginayuh . Makaten kisanak menggah werdinipun kembar mayang
Sj. Matur agungin panuwun Kyai, dene sampun kepareng medharaken menggah werdining kembar mayang
Salajengipun, Kyai, mugi wontena keparengipun, kembar mayang kula suwun, kinarya sarana dhupipun Rara Pregiwa. Menawi kedah katumbas, pinten kerta ajinipun Kyai ?
Wj. Ngaten kisanakkembar mayang menika mboten kenging katumbas kanthi arta, nanging saged katebus kanthi sarana
Sj. Lajeng sarananipun menapa Kyai?
Wj. Sarananipun, wonten 3 perkawis, sepisan Sadak lawe sajodho, kaping kalih Klasa Bangka/ tilam lampus, ingkang punkasan purnaning gati kedah kawangsulaken dhateng marga catur.
Sj. Menawi makaten Kyai, sarana panebusing kembar mayang sumangga keparenga nampi, dene sarana ingkang pungkasan badhe kula estokaken
---------------- serah terima sarana ---------------
Salajengipun keparenga kembar mayang tumuli badhe kula boyong dhateng dalemipun R. Harjuno.
Wj. Inggih, sarana kula tampi, nangin saderengipun kembar mayang kaboyong, keparenga badhe kula wateki mantra sekti langkung rumiyin awujud rerepen amrih mboten alum ron miwah sekaripun
Sj. Sumangga Kyai
Wj. Nyekar Dhandhang gula 1 – 5 pada;
“ Ana Kidung rumeksa ing wengi, teguh hayu luputa ing lara, luputa bilahi kabeh, Jim setan datan purun. Paneluhan tan ana wani, miwah panggawe ala, gunane wong luput , geni atemahan tirta, maling adoh tan ana ngarah mring mami, guna duduk pan sirna.”
Makaten Kyai, sanadyan namung sapada, mugi bangkit andayani dhumateng kembar mayang murih kawontenanipun tetep adi
Sj. Matur nuwun Kyai, salajengipun rehning kados sampun purna sowan kula, pramila keparenga kula nyuwun pamit saha nyuwun tambahing pangestu mugi rahayu lampah kula ngantos dumugi Madukoro
Wj. Inggih ta kisanak, kula namung saged ndherekaken sugeng . Nangin weling kula, sanadyan kasaputing ndalu sampun ngantos kendel menawi dereng dumugi dalemipun R. Harjuno. Sha ing mangke badhe kula kantheni Pringga rumeksa, murih yuwana tindak panjenengan, uwal saking priangga bayaning margi.
Sj. Sedaya dhawuh panjenengan badhe kula estokaken Kyai, salajengipun kepareng bidhal samenika
Dhalang :
Paripurna gatining titilaksana, ingkang sami hanawung kridha samya siyaga ing dhiri sawega ing gati, amboyong kembar mayang kondur mring dalemipun kang hamangku karsa. Gembira jroning lumaksana sinambi hamirsani tandur kang dedheng nglilir.
----------- Gendhing ilir-ilir, Kacondra Mc. ----------
C. ADEGAN SRAH PENAMPI KEMBAR MAYANG
Nalika samana, dupi wus kasembadan hamboyong Sekar adi mancawarna, Ki Sarayajati tumuli mandhap saking pacrabakan kadherekaken para Pangayab. Esthining nggalih daya-daya dumugi ing Padhukuhan Madukoro sowan prayagung ingkang anduta. Gelising Carita, datan kinocap lampahe Ki Sarayajati ing samarga-marga, ing mangke wus ngancik gapuraning wisma R. Harjuno
Nalika samana, R. Harjuna kaliyan garwa dalah Calon Pinanganten putri, lagya lenggah ing pendhapi. Dupi mulat lamun Ki Sarayajati wus kepareng rawuh, gya jengkar king palenggahan R. Harjuna myang garwa putra, arsa hamagap rawuhipun Ki Sarayajati
Ing korining wisma, Ki Sarayajati ngaturaken purwa madya wasana ing rehing dinuta. Tumuli Ki Sarayajati hamasrahaken sekar adi mancawarna ya kembar mayang. R. Harjuno kanthi suka jroning penggalih hanampi Kembar mayang, saha sanget hangaturaken gungin panuwun dhumaten Ki Sarayajati, ingkang sampun sembada ing karya
Ki Sarayajati sakadang gya kaaturan pinarak ing panti bujana, saperlu kembul bujana andrawina, ngiras pantes ngaturaken puji syukur miwah puja pandonga mring Gusti kang maha Kawasa, murih kasembadaning sedya.
------------ Ayak-ayak Umbul donga ---------
D. PARIPURNA
Sagung Para tamu minulya, sampun paripurna, upacara panebusing Kembar mayang. Ambok bilih para paraga salebetipun hangayahi adicara punika, kathah kekirangan saha kalepatan, saestu kula sakadang nyuwun agungin pangaksami.
Pinangka pungkasaning atur, sumangga samya asesanti : Jaya jaya wijayanti mugi rahayu ingkang samya pinanggih. Nuwun
KATRANGAN :
Keparenga atur katrangan sawetawis, menapa ta darunanipun dene wiwit para sepuh ing jaman kina ngantos sepriki, tumrap bebrayan Jawi, sampun dados adat/ tradisi bilih ing malem midodareni kaadanan upacara tebus kembar mayang ?
- Kembar mayang lugunipun namung wujuding pepasren ingkang kadamel saking janur kuning kaisi ronronan winadhahan kendhaga, pinatut kanthi paugeran tinantu
- Werdinipun kembar mayang, kembar menika barang kalih ingkang sami wujudipun , dene mayang menika sekar. Mila lajeng dipun wastani pepasren karana sekar kalih ingkang tinata wonten kiwa tengenipun pelaminan, kasuprih murih hangwuimbuhi saya ngenguwung cahyaning temanten sarimbit.
- Nanging menawi manut suraos , kembar mayang menika ngemu pitedah tumrap temanten sarimbit. Inggih menika : landesanipun tiyang jejodhoan menika antawisipun CPK + CPW kedah kembar cipta rasa karsa lan sedyanipun
- Dene Mayang saking tembung Maha Hyang, tegesipun Gusti ingkang hakarya kagad. Liripun palakrami menika kejawi linambaran kembaring cipta rasa karsa dalah sadyanipun. nangin ugi anggenipun palakrama menika hamung netepi dhawuh tuwin kodrating Gusti kang akarya Jagad.
----------------------------------------------------
Contoh Pidato Upacara Kintun Tirta Suci PANGANDIKAN PARA PARAGA ING UPACARA KINTUN TIRTA SUCI
1. R. Harjuno masrahaken tirta suci dhateng duta tirta :
R. Setyaki ingkang tuhu kinurmatan, kula nyuwun pitulungan panjenengan, mugi kepareng ngaturaken tirta suci, dhumateng Calon Besan nenggih R. Werkudoro ing paleremanipun , minangka sarana siram jamasing calon pinanganten kakung. Salam taklim kula sakulawarga mugi kaaturna dhateng besan sarimbit, Fene kondur panjenengan ing mangke keparenga ngasta pagasaning rikma Calon temanten kakung.Kados namung makaten, sumangga tirta suci keparenga nampi.
-- R. Harjuno maringaken kendhaga tirta suci, dipun tampi dening R. Setyaki, lajeng kaparingaken paraga ingkang badhe ngasta. Tumuli R. Setyaki matur :
2. Aturipun R. Setyaki dhateng R. Harjuno :
R. Harjuno sekalian ingkang tuhu kinurmata, ngaturaken gungin panuwun dene sampun kepareng amitados dhateng kula, minangka duta ngaturaken tirta suci katur Calon Besan.
Dhawuh panjenengan badhe kula estokaken, salajengipun rehning sampun samekta ing sedayanipun, pramila kepareng kula nyuwun pamit saha nyuwun tambahing pangestu mugi rahayu ingkang pinanggih . Nuwun.
---- R. Setyaki bidhal, kadherekaken ingkang ngasta tirta. Dipun untapaken R. Harjuno dumugi kori.
3. Pasrahipun R. Setyaki dhateng Besan
Sasampunipun aben ajeng kaliyan besan lajeng matur :
Assalamu’alaikum wr. wb.
Nuwun, kanthi ngunjukaken puji syukur wonten ngarsa dalem Allah SWT, keparenga matur wonten ngarsanipun R. Werkudara kalian garwa ingkang tuhu kinurmatan.
Kula pun Setyaki, sowan wonten ngarsa panjenengan, saestu dinuta dening panjenengaipun R. Harjuno sarimbit, kinen ngaturakenTirta suci , kagem sarana siram jamasing calon pinanganten kakung, kairing Salam taklim saking R. Harjuno sarimbit katur R. Werkudoro sekalian.
Awit saking menika sumangga tirta suci keparenga nampi kanthi suka renaning penggalih. Dene wangsul kula ing mangke, kinen mbekta pagasaning rikma Calon Temanten Kakong, arsa kapetak sesarengan pagasaning rikma calon temanten putri.,
Ing wasana wonten kekirangan ing samukawis saha kithal kuciwaning atur kula, keparenga panjenengan paring gunging pangaksami. Semanten atur kula . Wassalamu’alaikum wr. wb.
-----------Tirta suci kaaturaken, katampi R. Werkudara, kaparingaken Ibu Werkudara. Lajeng ngendika :
4. Pangandika R. Werkudara Nampi Tirta suci :
Assalamu’alaikum wr. wb.
R. Setyaki ingkang kinurmatan, kanthi muji syukur dhateng Gusti Allah SWT, kula ngaturaken kasugengan rawuh panjenengan. Salajengipun panjenengan kautus R. Harjuno maringaken Tirta suci kinanthen salam taklim, kula tampi kanthi bingahing manah, saha ngaturaken agunging panuwun. Salajengipun, panjenengan kula dherekaken sekeca lenggah, saperlu ngestreni tumapaking upacara siraman Calon Penganten kakung.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
------------- R. Werkudoro lan Ibu lajeng ngasta tirta suci dhateng sendhang sari, kasokaken wonten kendhogo,
------------- Lajeng lumebet kamar pengantin kawiwitan sungkeman lan salajengipun ngantos siraman purna.
5. R. Setyaki Pamit
Assalamu’alaikum wr, wb.
Kepareng matur dhumaten R. Werkudoro ingkang kinurmatan.
Rehning wigatosing sowan kula sampun pruna, Tuwin upacara siraman Calon Penganten kakung ugi sampun paripurna, pramila keparenga kula nyuwun pamit, saha nyuwun pangestu mugi widodo lampah kula.
Sepisan malih sedaya kekirangan sowan kula, nyuwun gungin pangaksami.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
6. Wangsulan R. Werkudoro Rikolo Duto Tirta Pamit
R. Setyaki ingkang tuhu kinasih, kula sakulawarga namung saged ngaturaken gunging panuwun ingkang tanpa upami, awit rawuh panjenengan. Mboten langkung sakondur panjenengan mangke mugi kepareng ngaturaken salam taklim kula sakulawarga katur R. Harjuno sakulawarga. Kajawi saking menika, kula masrahaken pagasaning rikma anak kula Calon pengantin kakung, mugi kaaturna R. Harjuno, kanthi panyuwun mgui kapetak dados setunggal kaliyan pagasaning rima Calon Pengantin putri.
Kondur panjenengan kula namung saged ndherekaken sugeng, mugi tansah manggih rahayu.
--------- Kendhaga isi pagasan rikma kaparingaken, katampi R. Setyaki , lajeng kondur .
7. Aturipun R. Setyaki dhateng R. Harjuno :
Assalamu’alaikum wr. wb.
R. Harjuno sekalian ingkang saestu kinurmatan. Keparenga kula matur, Sekawit kula kautus ngaturaken tirta suci dhateng Calon Besan, inggih awit keparengipun Allah SWT saha pangestunipun R. Harjuno, dhawuh kala wau sampun kaleksanan kula tindakaken. Tirta suci sampun katampi saha upacara siraman Calon penganten kakung sampun katindakaken.
Samangke R. Werkudoro kintun salam taklim katur panjenengan , saha ngintunaken Pagasaning rikma calon penganten kakung, kanthi pamundhut supados kapetak dados setunggal kaliyan pagasaning rikma Calon penganten putri. Pramila sumangga keparenga nampi.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
---------- Cepuk lajeng kaaturakaen.
8. R. Harjuno nampi
Assalamu’alaikum wr. wb.
R. Setyaki ingkang tuhu kinasih. Kula sakulawarga saestu muji syukur dhateng Allah SWT , saha ngaturaken gunging panuwun ingkang tanpa upami, dene panjenengan sampun minangkani panyuwun kula.
Kintunan salam taklim saha pagasaning rima Calon penganten kakung, saking R. Werkudoro, kula tampi kanthi bingahing manah.
Salajengipun sumangga panjenengan kula aturi lenggah kanthi merdikaning penggalih.
Wassalamu’alaikum wr.
Contoh Pidato Lamaran TULADHA PANGANDIKA ING UPACARA PANGLAMAR
Ing upacara nglamar, limrahipun mboten ngaturi tamu, nanging winates kulawarga, sesepuh lingkungan / RT kasuwun hanekseni saha duta panglamar. Rehning namung pepanggihan kulawarga, pramila mboten mawi panatacara.
Sasampunipun sang duta rawuh lajeng kaaturan lenggah, tumuli
- Babaring pangandika saking ingkang kagungan dalem
- Babaring pangandika saking duta panglamar
- Wangsulan saking ingkang kagungan dalem
- Duta panglamar kasugata sawatawis
- Pamitan duta panglamar
- Hananggapi pamit saking ingkang kagungan dalem
1. Aturipun ingkang Kadungan Dalem
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Nuwun, para Bapak ingkang katemben rawuh saha pra lenggah ingkang tuhu kinurmatan.
Kanthi tansah musi syukur wonten ngarsa dalem Allah ingkang Maha Agung, kula ngaturaken pambagya sugeng , sarawuh panjenegan ing rompok kula ngriki. Mugi wonten keparengipun hanyekecakaken lenggah kanthi mardikaning penggalih/
Saderengipun, dipun tepangaken bilih name kula pun Harjuna, dene punika simah kulan, ingkang punika anak kula estri pun Pregiwa………….lsp. Ugi kepareng rawuh, punika Bp Sesepuh Rt 01 kasatriyan madukara.
Kula sakulawarga nyuwun gungin pangaksami, ambokbilih anggen kula nampi saha hananggapi rawuh panjenengan sedaya , kathah kekirangan saha kalepatan ingkang mboten damel sukarenaning penggalih.
Salajengipun, kula pitados rawuh panjenengan wonten wigati ingkang badhe kababar. Pramila mbok bilih sampun wonten keparengipun, sumangga kababarna wigatosing sedya panjenengan rawuh ing rompok kula. Kados semanten rumiyin atur kula, salajengipun kula sumanggaken.
2. Aturipun Sang Duta Panglamar
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Nuwun, kasugengan, rahmat saha berkah saking Allah ingkang Maha mirah, mugi tansah kajiwa kasarira ing panjenengan sedaya lan kula waradin sagung kulawarga.
Langkung ruliyin kula tansah hangunjukaken puji syukur wonten ngarsa dalem Allah ingkang maha Agung, awit paringipun kekiyatan saha kawilujengan, satemah widada sowan kula sakadang wonten ngarsa panjenengan R. Harjuna.
Kepareng kula nepangaken, ingkang sudi mastani kula pun Maruti, dene punika kadang kula Dhimas Tambak Ganggeng saha Dhimas Podhang binorehan.
Sowan kula sakadang, kejawi silaturahmi, ingkang wiganti dinuta dening R. Werkudara ingkang lenggah dedalem ing unggul paeenang, ingkang supados :
Sepisan, ngaturaken salam taklimipun R. Werkudara sakulawarga, mugi katur wonten ngarsanipun R. Harjuna sakulawarga
Ingkang angka kalih, inggih awratipun R. Werkudara tingangisan putra kakungipun ingkang peparab Bagus Kaca Negara, ingkang sampun wonten sambet katresnan saha mthah kepingin gesang bebrayan kaliyan putra putri penjenengan ingkang asesilih Rara Pergiwa. Pramila sowan kula kinen ngebun-ebun enjang anjejawah sonten, nglamar putra – putrid panjenengan nenggih pun Rr. Pergiwa.
Ambokbilih Allah marengaken saha wonten keparengipun R. Harjuna, punapa dene wonten sarjuning penggaling ingkang puta, R.R Pergiwa badhe kasuwun kinarya jatukramaipun Nakmas Bagus Kacanegara.
Salajengipun, ambok bilih wonten keparengipun R. Harjuan, paring wanguslan ingkang gumathok ing dinten punika ugi, kula sanget ngaturaken agungin panuwun.
Kados namung makaten atur kula, ambok bilih wonten patrap saha lepat atur kula ingkang mboten nuju prana, keparenga panjenengan paring gungin pangaksami.
Ing wsana kula sakadang namung badhe hanampi paring dhawuh panjenengan.
Panutuping atur, Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
3. Atur wangsulan saking ingkang kagungan dalem
R. Maruti ingkang tuhu luhur ing budi.
Kula ngaturaken agungin panuwun awit saking paring pangandika panjenengan ingkang rumentah dhateng kula/
Sedaya pangandika panjenengan saged kula tampi kanthi cetha, pramila :
Paringipun salam taklim saking R. Werkudara sakulawarga kula tampi kanthi suka bingahing manah, mekaten ugi salam taklim kula sakulawangsa mugi kaaturna dhateng R. Werkudara sakukuban.
Wondene R. Werkudara kagungan sedya, badhe hamupu yoga kepareng mundhut mantu dhateng anak kula pun Rr Pergiwa pinangka jatukramanipun nakmas Kacanegara, kula namung jumurung ing karsa, kados anak kula pun Pergiwa inggih sampun rila ananggapi katresnanipun Nakmas Kacanegara, pramila kula jejering tiyang sepuh amratelakaken bilih panglamaripun nakmas Kacanegara lumantar panjenengan, sampun kula tampi, mugi Gusti Allah ingkang Maha suci ngijabahi, satemah sedyatama kala wau saged kasembadan kanthi kali sing sambekala, pinaringana lestari pinesthining jodho.
Salajengipun, bab dinten kaleksananaing gati, prayogi karembag ing kalodhangan sanes. Namung semanten atur kula, mugi atur wangsulan kulak ala wau kaaturna dhateng panjenengaipun R. Werkudara.
Salajengipun, dhumateng R. Maruti sakadang keparenga sekeca lenggah kanthi mardikaning penggalih, saha keparenga hangedhapi pasugatan sawontenipun.
Wassalumu’alaikum Wr. Wb.
Tuladha Panyandra Kirab Kasatriyan
- Lamat-lamat kapiyarsa larasing gendhing Ktw. Subokastawa, nalika samana sampun binuka wiwaraning panti busana. Tan pantara dangu, katingal Sri atmaja pengantern sarimbit dening Ki Subomanggala gya kakanthi manjing madyaning sasana pahargyan.
- Tataning lampah sajuru-juru kadya napak tilas tataning kirab sakawit . Ingkang lumaksana ing ngayun nenggih sang subomanggala, sumusul sawingkingipun sang manggalayuda. Datan kantun Patah sakembaran, ingkang tan keri kalayan kepete.
- Sawingkingipun patah, punika ta warnane rising pinanganten sarimbit, kang wus hangrasuk busana kasatriyan. Pranyata wasis paraga ingkang piniji hamranata busananing pinanganten, sayekti datan wonten ingkang kuciwa. Sintenta paraga ingkang piniji pinangka juru raising penganten ? Tan sanes nenggih panjenengaipun Ibu Wara Drupadi, saking sanggar rias pengantin “Busana Adi” ingkang mapan ing Jalan Silihwangi angka 12 Madukara
- Saya wimbuh bagus pasuyane pinanganten kakung, saya wimbuh sulistya citrane pinanganten putri, sawusnya hangrasuk busana kasatriyan. Lamun sinawang yayah satriya Jenggala R. Panji Asmarabangun kaliyan putrid Kedhiri sang Dyah ayu Galuh Candra Kirana
- Jroning lumaksana kekalihira tansah akekanthen asta prasasat tan bisa pisah, pindhane renggang gula kumepyur glali. Kekalihira satuhu wus trep pindha curiga manjing jroning warangka. Sanadyan kang sajuga jejer priya kang sawiji putri parandene kekalihira wus manunggal ing cipta rasa myang karsane …. Paraning sedya arsa lelayaran ing samodraning agesang bebrayan, sajuga kang sinedya nggayuh kulawarga kang bagya lan mulya. Pramila jroning lumaksana tansah bambabar esem kang sarwa manis , ing semu kejawi hangaturaken agungin panuwun, nangin ugi tansah nyuwun tambahing pangestu dhumateng sagung para tamu, murih sembada ingkang sinedya.
- Gantiya ingkang winuwus. Tan kadi ingkang lumaksana ing sawingkingin pinanganten sarimbit, nenggih para putri dhomas. Adhampyak-dhampyak lampahe sarwa sigrak, dedeg piadege racak, dhasare endah anggone macak, eseme esem semanak, mila mboten mokal lamun ingkang nyawang samya cingak. Pramila ambokbilih saking para sepuh samya kepingin mundhut mantu, utawi ingkang jejaka tumaruna kepingin pitepangan, keparenga sesambetan kaliyan protokole.
- Panutuping Kirab nenggih rama ibu saking pinanganten sarimbit. Samya bombing jroning pengghalih, dupi hamriksani pinanganten sarimbit datan kuciwa. Saya wuwuh sukaning penggalih para werdha catur, pindhane kadya kajugrugan wukir sari karoban samodra madu, dupi hamriksani kathahing para tamu ingkang samya kepareng rawuh. Katingal para tamu samya karenan jroning penggalih, pratandha suka jumurung hastuti mring kang lagya hanawung darmaning asepuh.
- Tan rinasa, ing mangke rising penganten sarimbit wus ngancik unggyan kang tinuju. Daya-daya dening Ki Subomanggala gya kaaturan lenggah malih ing dhampar pinasri
- Gelishing carita, dupi wus sembada hangayahi karya, ki subomanggala gya paring sasmita dhumateng para pngayabing kirab, kinen wangsul ing papan sakawit. Mundure Ki Subomanggala sinambi jejogedan pratandha suka jroning nggalih dupi wus bangkit hangentasi karya.
Tuladha Panyandra KIRAB KANARENDRAN
Sindhem premanem datan sabawa, ron-ronan datan ebah samirana datan lumampah. Hamung larasing gendhing Ktw. Langen Gita Sri Narendra munya hangrangin yayah asung pakurmatan dhumateng Dri Penganten sarimbit kang nembe kirab.
Dupi sampun sawetawis nggennya lenggah ing dhampar pelaminan, ing mangke Sri atmaja pinanganten sarimbit sampun kepareng jengkar saking sasana adimulya, arsa manjing panti busana, Keparenging karsa nedya lukar busana keprabon, gumbanti hangrasuk busana kasatriyan.
Lamun cinandra tataning lampah, ingkang lumaksana ing ngayun nenggih punika ta ingkang sinebat sang Subomanggala. Sinteta ingkang kepareng pinangka Subamanggalaning lampah ?. Tan sanes nenggih panjenengaipun Ki Lurah Badranaya. Dhasar sampun yuswa, lebda ing budaya, katitik tumapaking pada tansah nut wiramaning gangsa, sinawung ebahing asta mangulah langen mataya. Jroning lumaksana, sakedhap-sakedhap noleh nganan, sakedhap-sakedhap noleh ngering , sakedhap-sakedhap tumoleh wingking, Sayekti asung teuntunan dhumateng Sri Penganten sarimbit, murih tansah hanengenaken mring rasa pangati-ati, samubarang tumindak kedah linambaran petangan ingkang pratitis.
Sawurining sang Subomanggala, katingal ana jejaka tumaruna lumaksana jajar, busana kembar sarwi jenar, punika ta ingkang sinebat Manggalayuda ya talang pati ugi winastan Satriya kembar. Jroning lumkasana tansah mabukuh yayah prayitneng kewuh, hanjagi kayuwananing sang pindha Narendra. Dhasar satriya kekalih samya bagus pasuryane, sembada salirane, pramila pantes lamun kinarya bebetenging sri nata jroning lumaksana. Sinteta ingkang piniji pinangka Talang pati? nenggih Dhimas Bambang Priyambada dalah Bambang Wijarnarka.
Ingkang lumaksana sawingkingnya Manggalayuda, punika tawarnane patahing temanten. Pinaragan dening Nini Endang Aryani dalah Nini Endang Palupi. Sanadyan maksih wanodya alit, parandene sampun bangkit hangarah prana ingkang samya priksa. Mratandani bilih benjang dewasane tentu bangkit hangentasi karya.
Ingkang katingal abyor busanane, lumaksana tansah gegandhengan asta, nenggih punika ta gegununganing pahargyan, ya rising pinanganten sarimbit. Kekalihira samya sembada ing warna dhasar rinengga busana kang sarwa endah. Eling-eling sanes busana limrah , nanging tuhu pepethinganign busana. Mila mboten mokal kalamun pinanganten sarimbit datan mantra-mantra jalma madyapada , kawistara pindha Bathara Komajaya Komaratih mangejawantah.
Pinanganten kakung ngagem busana narendra, makutha kanigara, pinalipit rukmi ginepeng, pinatik rukma kumala. Atela warna kresna, sinulam benang kencana. Ngagem Sangsangan rinengga inten barleyan, carob kalayan sangsangan puspita rinonce, sinawang tuhu hangwimbuhi bregase temanteng kakung. Wangkingan warangka ladrang rinengga oncen-oncening puspita, kinarya lumksana ebah-ebah nambahi gagah. Nyamping Sidomukti pinarada, sayekti katon wibowo.
Pinanganten putrid tuhu wanodya ingkang sulistya ing warni Gandhes luwes merak ati, sasolahe milangoni,. lelewane tansah hanuju prana. Kawimbuhan dedeg ngringin sungsang, prkulitan kuning nemu giring, guwaya mawa teja, polatan ndamar kanginan, wadana lir kirana purnmasidi. Alise nanggal sepisan, idepe tumengin tawang, netra kocak lindri-lindri , grana ngrungih, karna sedhengan njamur kuping, pipine nduren sajuring . Lathinya manggis karengat, waja limpit miji timur, lamun mesem pait madu.
Pinanganten pruti ngagem kebayak ingkang warnane, sinulam benang kencana. Nyamping sidomukti kembar kaliyan kang denagem penganten kakung. Mratandhani lamun wus kembar tresnane manunggal ing sedyane./ Bebasan wus tir padha irenge, yen di tir ya padha irenge.
Ingkang lumaksana jajar kalih ing sisih wuri , menika ta para warara kang cinandra kadi putrid Dhomas./ Sedaya samya sulistya ing warna, dhasar maksih Kenya, upamiya sekar nembe dedheng mangurah sari, pramila datan mokal lamun dadya punjering kawigatosan tumrap para jejaka tumaruna ingkang samya priksa
Sumusaul sawingkingipun nenggih para kadang sentana saking pinanganten sarimbit, ingkang tansah ing madya mangun karsa. Dene pinangka panutuping lampah, nenggih rama ibu saking pinanganten sarimbit, ingkang tansah tut wuri handayani
Nalika samana, sampun mentar rising penganten sarimbit , laju tindakroa, manjing panti husana.
Pramila pinunggel semanten rumiyin pangrumpaka Adeging Kirab Kanarendran, hangantu ing mangke tumapaking Kirab kasatriyan.
Tuladha Panyandra Sungkeman
Dupi priksa lamun para pepundhen catur sampun kepareng lenggah, pinanganten sarimbit daya-daya jengkar saking palenggahan gya hangaturaken sungkem mring rama ibu. Candrane tansah kairing puja mugi tansah rahayu.
Nalika samana, sampun jengkar rising pinanganten sarimbit repepeh-repepeh pindha sata matarangan, ngabyantara ing ngarsa rama saha ibu. Wadana tumungkul yayah konjem ing bantala, tangkeping asta sumembah, sinartan eninging cipta nyadhong pangastawa saking rama ibu.
Gilir gumanti pinanganten sarimbit hangaturaken sungkem mring pepundhen catur. Sanadyan lir sinendhal mayang penggaliipun rama ibu dupi hanampi sungkemipun ingkang putra, parandene para pepundhen catur samya paring donga pangestu dhumateng pinanganten sarimbi. Mugi-mugi nggennya badhe amangun balewisma ing madyaning bebrayan agung, tansah tansah manggih cepaka mulya sawakul gedhene, liripun sageda tansah sembada kang sidedya, jumbuh ingkang ginayuh lan dumugi ingkang kaesthi. Lestari pinesthining jodho, atutruntut bagya lan mulya, tebih saking gora godha lan rencana.
Sampun paripurna adicara sungkeman, salajengipun pinanganten sarimbit arsa tedhak citra utawi foto sesarengan rama saha ibu, kinarya pepenget tumapakaking prastawa gati ing wanci punika.
Kanthi upacara tedhka citra, pratandha paripurna upacara adat panggihing pinanganten sarimbit. Daya-daya hangancik adicara salajengipun. Nuwun.
Katrangan :
- Menawi nembe mantu sepisanan, padatan wonten upacara Bubak kawah. Dene cak-cakanipun wonten ingkang dipun damel rowa kanthi nyariosaken pinanganten wiwit tasih wonten kandhutan ngantos diwasa, uborampenipun ugi warni-warni. Nangin ugi wonten namung reringkesan, inggih punika kanthi ngunjuk rujak degan (degan gambaranipun kawah). Sedaya kala wau ngemu pasemon pangajabipun Rama Ibu dhumateng pengantin sarimbit, pinaraingana gangsar, rancak ing sedayanipun salebtipun miwiti mangaun balewisma. Sageda nulat lekasipun rama ibu, saged ambabar turas turun kinarya nyambet sujarahing rama ibu satemah damel mareming raos para sesepuh.
- Menawi mantu ingkang pungkasan, dipun adani upacara Tumplak punjen. Cak-cakanipun rama ibu ambagi pundhi-pundhi (kanthong) isi empon-empon , woj jene , arta receh, dhateng putra wahah. Wonten ugi ingkang mboten dipun kanthongi nanging dipun sebar lajeng kangge rebatan putra wayah.
Dene werdinipun, rehning sampun rampung kewajiban rama ibu dhateng putra, pramila tirahan rejeki peparingipun pangeran, dipun paringaken dhateng putra wayah kinarta netepi jejering sepuh tansah paring tutur, wur lan sembur.
Tuladha Panyandra Besan Rawuh
Upacara adat sampun paripurna, ing mangke sampun wonten sasmita, bilih besan nenggih panjenengaipun R/ Werkudara sarimbit kepareng badhe rawuh/ Rawuhipun besan, lamun cindra adamel suka penggalihipun pinanganten sarimbit, yayah kajawahan tirta sinangling kencana.
Dupi pirsa besan kepareng rawuh, R. Harjuna kaliyan garwa daya-daya jengkar saking palenggahan arsa hamapag rawuhipun besan ing wiwaraning wisma
Gantiya ingkang winuwus, nalika samana para prayagung catur sampun ajawat asta, R. Harjuna sekalian sung pambgya , tumuli R. Werkudara sarimbit kadherekaken lenggah ing sasana piniji.
Tuladha Panyandra Upacara Panggih Pengantin
- Wus dungkap wahyaning mangsa kala, tumapaking prastawa gati nenggih upacara adat panggihing pinanganten sarimbit.
Nalika samana, pinanganten kakung lumaksana hanuju mring sasana piniji, makaten ugi pinanganten putri sampun jengkar saking palenggahan arsa hamapag rawuhipun ingkang raka garwa . Lon lonan nggenira lumaksana pinanganten kekalih, pratandha suka hanengenaken mring rasa pangati-ati
- Dupi wus samya caket ngggenira lumaksana, pinanganten kekalih samya apagut tingal, tumuli kumlawe astane samya abebalangan gantal, kinarya pralambang manunggaling sih katresnan jati pinanganten kekalih. Pindhane suruh sanadyan dinalu beda lumah lawan kurebe, parandene lamun ginigit padha rasane.
- Ing mangke pinanganten kakung gya marepegi ponang antiga, tumuli tinapak ing pada, pecah sanalika. Sayekti kinarya pralambang antebing tekade, nggenya badhe mecah saking panggulawenthahing rama ibu,. arsa madeg balewisma mandireng pribadi, kinarya sarana tumbangkaring wiji murih lestarining tumuwuh.
- Pinanganten putri daya-daya anjengku sarwi sumembah, tumuli amijiki samparanipun ingkang raka garwa. Kinarya pralampita prasetyaninpun pinanganten putri, nggennya tansah setya bekti mring guru nadi ing salami-lami. Ing pangajab mugi sedaya lelampahan kirang pryaogi ingkang sampun kawuri den wijiki murih musna kantun watak budi rahayu, kinarya sangu angayuh kamulyaning agesang bebrayan.
- Nalika samana pinanganten kekalih sampun jumeneng jajar akekanthen asta, dening rama ibu gya sinengeban sindur , kakanthi manjing sasana adimulya, kalenggahaken ing dhampar pelaminan. Paran ta werdine dene pinanganten jroning lumaksana kanthi sinengeban sindur . Sayekti kinarya pramlampita, bilih bebrayanipun pinanganen sarimbit tansah tinuntun dening feh darmaning kautaman, tinangsulan deneing reh darmaning plakrami, jumbuh paugeraning agami ingkang rinasuk.
- Sanadyan lon-lonan nggenira lumkasana, parandene ing mangke pinanganten sarimbit wus ngancik unggyan kang tinuju, nenggih sasana adimulya/
- Sindur gya linolos, Ibu juru sumbaga tumuli hamrattitisaken adicara bobot timbang. R. Harjuna gya lenggah ing dhampar pinasri, pinanganten sarimbit pinangku dening ingkang rama. Kawijil pangandikane Ibu Wara Sembadra, mundhut pirsa dhumateng ingkang garwa. “ Awrat pundi bapakne?” Kandthi aris R. Harjuna paring wangsulan, “Padha bobote!” / Anggambaraken lamun wus timbang bobot katresnane, saha kekalihira arsa rinengkuh sami, mboten badhe emban cindhe emban siladan, hanangin kekalihira arsa rinengkuh putra pribadi.
- Paripurna upacara bobot timbang, tumuli hangadani upacara tanen. Liripun pinanganten sarimbit kawisudha lenggah ing dhampar pelaminan, candrane pindha raja myang prameswari. Upacara punika kinarya pralambang, bilih wiwit kala mangsa punika pinanganten sarimbit sampun madeg balewisma mandireng pribadi, uwal saking panggulawentahing rama ibu.
- Salajengipun badhe lumampah upacara kacar-kucur.
Upacara punika anggambaraken bilih jejering kakung wajib paring guna kaskaya dhumateng ingkang garwa. Sedaya asiling pakaryan kedah kaparingaken datan wonten ingkang kasingidaken. Pinanganten putrid anggadhahi wajib hanampi guna kaya peparingin kakung kanthi nastiti ngatiati, den cak-aken kanthi premati murih raharjaning kulawarga
- Upacara kacar-kucur sampun paripurna, salajengipun gya hangadani upacara dhahar walimah. Pinanganten kekalih samya dhahar kembul dulang dinulang, kinarya pralambang prasetyaningpun pinanganten kekalih nggennya dedya sebaya papa sebaya mulya/ Pahit getiring agesang bebrayan dedya karaosaken sesarengan.
Tuladha Panyandra Pengantin Kakung Rawuh
- Tanggap ing sasmita Risang Pinanganaten kakung, dupi pirsa lamun wus tinengga dening garwa pepudyanipun, daya-daya jengkar saking palereman, arsa manjing sasana wiwahan
- Tan pantara dangu, saking gapuraning sasana wiwahan, sampun katingal gumebyaring cahya pindha teja kinuwung prabawa. Daya dangu saya cetha, saya caket saya ngalela. Sayekti punika tejane rising pinanganten kakung, ingayab dening para kadang sentanane.
- Pinanganten kakung kawuryan ngagem busana ingkang hangamba busananing narendra, lamun kadulu king mandrawa katon agung, mrabu miwah mrabawa.
Agung ateges kebak ing kaendahan kang sanyata adiluhung, mrabu, pindha jejering narendra kang kebak ing kawibawan luhur. Wondene mrabawa, sayekti sinung prabawa, edi endah milangoni.
- Dhasar penganten kakung bagus pasuryane, mikolehi piadege, katon lamun bawa leksana bebudene. Saupama tamtama, sayekti sembada wira tama prawira jayeng palugon . Tatag tangguh tanggon tanggung jawab prapteng ngendon
- Ing mangke wus ngancik wiwaraning sasana wiwahan, pinanganten kakung miwah sanggya para kadang pangayab tumuli samya kandheg nggenira lumaksana, dupi hangancik titilaksana pasarah tinampi
- Pangarsaning duta ingkang kasarra dening R. Setyaki, punapa dene R. Nakula ingkang piniji kinayra sulih sarira R/ Harjuna, sampun samya sawega ing gati. Pramila katur para prayagung ingkang samya hawung karti, sumangga nuwun
TULADHA PANYANDRA PENGANTEN PUTRI WIYOS PINUJUSASANA RINENGGA
- Binarung swaraning pradangga munya angrangin, ambabar gendhing Ktw. Sekarteja laras slendro pathet manyura, katingal ana wanodya sulistya ing warni mijil saking panti busana, kakanthi manjing sasana rinengga
- Sampating busana ingkang hangemba busananing prameswarinata, tinon saking mandrawa kawuryan abyor mompyor pating galebyar pating calorot pindha kartika gumingsir papan
- Meloking wadana, sumunu agiler-gilar pindha kencana binabar. Palarapane nyela cendhani sinungging pepaes awarna kresna. Rikma anjanges cecundhuk pinetha wulan tumanggal, den apit centhung kanan miwah kering lir peksi jiwa-jiwa.
Cundhuk mentul pinasng tata pinatut, katiyubing maruta manda pindha astane wong ayu kang lagi ngawe-awe kekasihe / Ukel tekuk kapenet ing sesekaran pinilih, lamun kadulu tuhu wimbuh hamantesi. Lamun cinandra kasulistyaning penganten putrid, sayekti luwih warna kurang candra. Dhasar sedheng dedege, mantesi genging sarira, sasolahe milangoni lelewane tansah hanuju prana , anggambaraken lamun pinanganten putrid tuhu wanodya ingkang pinter bekti marang kakunge.
- Ing mangke nggenya lumaksana pinanganten putrid, wus ngancik unggyan kang tinuju. Dening juru sumbaga gya kaaturan lenggah ing dhampar pinasri
- Nalika samana, pinanganten putrid wus lenggah anggana raras, tegese lenggah piyambak-an . Jroning nggalih hamung tansah hangantu rawuhipun ingkang raka garwa, prandene datan kawijil pangandikane, hamung semuning wadana sung sasmita mugi pinanganten kakung daya-dya kaaturan rawuh.
- Pramila mbalung jagung supama, pinunggel semanten rumiyin, pangrumpaka adicara lenggahipun pinanganten putri ing sasana rinengga, tumuli badhe hangancik adicara salajengipun. Nuwun
CONTOH PAMBAGYAHARJA CONTOH PIDATO UCAPAN SELAMAT DATANG BHS JAWA
- Assalamu’alaikum wr. wb
- Nuwun , sagung para Alim, para sesepuh saha pinisepuh langkung-langkung Bp. Kyai Wiyoso ingkang dahat kinabekten. Para manggalaning praja ingkang tuhu pantes sinudarsana , sumawana para tamu kakung miwah putri ingkang tansah sinugata ing kaurmatan.
- Kapurwakan kanthi ngujukaken puji syukur wonten ngarsa dalem Allah SWT , kula pun Wisnumurti , ingkang piniji pinangka sulih sarira saking R. Harjuno kalian garwa dalah kulawarga , ngaturaken pambagya sugeng rawuh , saha ngaturaken gunging panuwun ingkang tanpa pepindhan, awit saking rawuh panjenengan sedaya.
- Salajengipun , kados sampun sami priksa , bilih R. harjuno sekalian dinten menika hanetepi darmanign asepuh, malakramakaken putra putrinipun ingkang asesilih Rara Pregiwa dhaup kaliyan Bagus Kacanegara atmaja kakungipun R. Werkudoro ingkang lenggah dedalem ing unggul pawenang
Wondene upacara ijabing penganten, sampun kalampahan ing ari kalenggahan punika, ka wau wanci tahuh 08 wnip. mapan ing dalem Harjunan . Saking keparengipun Allah SWT awit saking donga pangestu panjenengan sedaya, upacara ijab lumampah kanthi rancak kali sing sambekala.
Pramila rawuh panjenengan sedaya, kasuwun hanekseni saha kasuwun paring tambahing donga pamuji , mugi pinanganten anggenipun badhe mangun bebrayan, tansah manggih kabagyan tuwin kamulyang, dadosa kulawarga ingkang sakina mawaddah warohmah, pinaringana putra ingkang sholeh lan solihah.
- Para rawuh kakung saha putri ingkang tuhu kinurmatan,
Pahargyan ing wanci punika saged lumampah, inggih hamung karana paring pambiyantunipun sanak kadang, tangga tepalih punapa dene tandha tresna saking sagung para tamu.
Ingkang menika panjenenganipun R. Harjuno kaliyan garwa dalah kulawarga, mboten saged atur pinwales menapa-menapa , kejawi namung ngaturaken gunging panuwun ingkang tanpa pepindhan , kairing panyuwun wonten ngarsa dalem Allah SWT , mugi sih kadarman panjenengan sedaya pinaringan lelintu ingkang satraju.
- Salajengipun R. Harjuno sekalian ugi nglenggana, kathah kekirangan saha kalepatan anggenipun nampi saha ngacarani rawuh panjenengan sedaya, wiwit saking kirang gupuh aruh lungguh tuwin suguh ingkang mboten damel suka reraning penggalih sagung para tamu ingkang punika R. Harjuno sakulawarga nyuwun agunging sih pangaksami.
- Ing wasana dhumateng para tamu kakung saha putri , kasuwun hanyekecakaken anggenipun sami lelenggahan ngantos paripurnaning pahargyan ing mangke kanthi mardikaning penggalih . Saha kasuwun mugi wonten keparengipun hangedhapi pasugatan ingkang saged kaaturaken
- Pinangka panutuping atur, mbok bilih wonten lepat atur kula, keparenga para tamu paring agungin pangaksami. Bilahit taufik wal hidayah, Wassalamu’alaikum wr. wb.



